Olahraga

Roma vs MU: Edinson Cavani "Si Tua-Tua Keladi"

Pemain termuda MU, Mason Greenwood, mesti belajar banyak dari kematangan Edinson Cavani.


Roma vs MU: Edinson Cavani
Penyerang asal Uruguay, Edinson Cavani, ketika membela Manchester United menghadapi AS Roma di Roma, Italia, Kamis (6/5).

AKURAT.CO, Pelatih Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, punya insting yang cukup baik ketika memutuskan merekrut Edinson Cavani dari Paris Saint-Germain pada musim panas lalu. Dengan usia Cavani yang mencapai 33 tahun lalu, memilih sang penyerang jelas seperti memberi bangku cadangan untuk stok pemain berpengalaman.

Namun, pemain Tim Nasional Uruguay tersebut menunjukkan kelayakannya untuk tetap bersaing dengan pemain muda MU. Ketika menghadapi AS Roma di leg kedua semifinal Liga Europa 2020-2021, Cavani menyumbang dua gol indah meski MU kalah 2-3.

Gol pertamanya ke gawang Roma menunjukkan pengalamannya. Bermula dari penguasaan bola oleh Paul Pogba, Bruno Fernandes memberikan jalan bola untuk Fred di lini tengah yang melepaskan umpan terobosan ke lini depan. Berada di ujung tombak, Cavani melepaskan sepakan dari luar kotak penalti yang brilian.

Kesempatan kedua lebih mengagumkan lagi. Menunjukkan bahwa Cavani adalah penyerang berpengalaman yang pandai mencari celah untuk meloloskan diri dari jebakan off-side. Mendapatkan umpan lambung dari Bruno Fernandes di menit ke-68, Cavani lepas dari perangkap dan dengan bebas menyundul bola untuk gol kedua.

Gol tersebut adalah yang ke-14 dari Cavani di segala kompetisi sepanjang musim ini. Lima di antaranya tercipta di Liga Europa, delapan di Liga Primer, dan satu di Piala Liga Inggris.

Dalam komposisi pemain yang diturunkan Solskjaer dalam lawatan ke kandang Roma di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Kamis (6/5), penampilan Cavani sebagai pemain senior berhadapan langsung dengan pemain termuda dalam skuat MU, Mason Greenwood.

Greenwood, 19 tahun, berselisih 14 tahun dari Cavani namun pertandingan menghadapi Roma memberikan pelajarang langsung dari pemain senior untuk juniornya. Bermain di sisi sayap kanan, Greenwood masih perlu banyak belajar dari Cavani yang tampak sebagai buah yang sudah matang.

Sejak diboyong dari Paris pada tahun lalu, Cavani memang tidak selalu menjadi starter. Dari 34 pertandingan di seluruh ajang, hanya di sebelas laga mantan pemain Napoli tersebut bermain selama 90 menit.

Empat pertandingan tersisa di Liga Primer dan satu final pada 26 Mei kontra Villareal adalah ajang terbaik bagi Cavani untuk menunjukkan kematangannya. Terlebih karena Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, butuh rotasi karena mereka bermain di lima laga dalam 20 hari.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co