News

Roket Elon Musk Meledak Lagi, Uji Terbang Keempat Starship SpaceX Gagal

Uji Terbang Keempat Starship SpaceX Gagal, Roket Elon Musk Meledak Lagi


Roket Elon Musk Meledak Lagi, Uji Terbang Keempat Starship SpaceX Gagal
Roket Starship dari SpaceX diluncurkan pada Selasa (30/3), tetapi meledak tak lama kemudian (SpaceX via UPI)

AKURAT.CO, Purwarupa roket Starship keempat dari perusahaan SpaceX milik Elon Musk meledak dalam uji terbang pada Selasa (30/3) di Texas Selatan, Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari United Press International, SpaceX menerbangkan Starship model SN11 ke ketinggian lebih dari 9,6 km di atas fasilitas peluncuran, sekitar 290 km selatan Corpus Christi. Roket itu kemudian meluncur kembali ke landasan peluncuran.

Kabut tebal dan masalah dengan umpan video pun membuat tidak jelas apa yang sebenarnya terjadi. Namun, insinyur SpaceX John Insprucker membenarkan ledakan itu.

"Yah, sepertinya kita sudah melaksanakan tes Starship yang menarik. Sebagai pengingat lagi, ini adalah serangkaian tes untuk mengumpulkan data," kata Insprucker saat siaran langsung SpaceX.

SpaceX via UPI

Penerbangan uji coba sebelumnya pada bulan Desember, Februari, dan Maret juga berakhir dengan bola api. Percobaan terakhir pada 3 Maret menampilkan pendaratan tegak. Namun, api di pangkalan roket menyebabkan ledakan beberapa saat kemudian.

Pengujian ini merupakan bagian dari metode pengembangan purwarupa cepat SpaceX yang digunakan perusahaan untuk mengembangkan roket Falcon yang sangat sukses.

Mendarat dan menggunakan kembali roket merupakan kunci untuk penggunaan antarplanet yang coba diusung Starship. Roket itu kira-kira setinggi bangunan 14 lantai.

"Starship dirancang untuk membawa awak dan kargo dalam penerbangan jarak jauh, antarplanet dan membantu umat manusia kembali ke bulan, serta melakukan perjalanan ke Mars dan sekitarnya," menurut SpaceX.

Musk mendirikan SpaceX pada tahun 2002 untuk mengurangi biaya penerbangan antariksa agar memungkinkan eksplorasi manusia di Mars. Starship sendiri merupakan satu dari tiga pesawat yang dipilih NASA sebagai sarana untuk mengirim astronot kembali ke bulan pada dekade ini. Badan antariksa tersebut bermaksud memilih 2 proposal untuk misi berawak ke bulan pada pertengahan 2021. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu