News

Rugikan Rp25 Miliar, Bareskrim Usut Robot Trading Mark AI

Rugikan Rp25 Miliar, Bareskrim Usut Robot Trading Mark AI
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Humas Polri)

AKURAT.CO, Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) robot trading Mark AI telah dinaikkan ke tahap penyidikan. Berdasarkan laporan nomor LP/B/0680/XI/2021/Bareskrim Polri tertanggal 9 November 2021, korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp25 Miliar. 

"Hasil penyidikan sementara didapati fakta bahwa korban berinvestasi dengan nominal sekitar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 9 miliar. Dan dijanjikan akan mendapat keuntungan 1,3 persen sampai dengan 1,5 persen per hari," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (28/9/2022). 

Jenderal bintang satu ini mengatakan investasi awalnya semula berjalan lancar. Namun, pada  15 Oktober 2021 para korban tidak bisa menarik keuntungan. Kemudian, pihak trading ini sempat menjanjikan akan kembali normal pada 18 Oktober 2021.

baca juga:

"Namun sampai saat ini korban tidak bisa mencairkan keuntungan. Atas kejadian tersebut para korban mengalami kerugian yang cukup besar yaitu mencapai angka Rp 25 miliar. Saat ini masih terus dilakukan proses penyidikan," ujarnya.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap penyedia jasa robot trading Mark Al itu, yakni Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun. Kemudian Pasal 378 dengan ancaman hukuman penjara juga maksimal 4 tahun dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. []