News

Rizal Ramli Sentil Mahfud dan Moeldoko Soal Penangkapan Jumhur Cs

Rizal mengatakan pukul 04.00 WIB Jumhur didatangi 30 polisi.


Rizal Ramli Sentil Mahfud dan Moeldoko Soal Penangkapan Jumhur Cs
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (Dokumentasi Twitter Rizal Ramli)

AKURAT.CO, Ekonom senior Rizal Ramli protes soal penangkapan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan kepada Menkopolhukam Mahfud MD dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Perlakuan terhadap dua aktivis KAMI itu disebut berbanding terbalik dengan tersangka kasus Bank Bali Djoko Tjandra.

Rizal mengatakan pukul 04.00 WIB Jumhur didatangi 30 polisi. Mereka mendobrak pintu  rumah Jumhur. Sementara saat itu istri Jumhur masih menggunakan gaun malam.

"Kalau boleh saya sentil ke pak Mahfud dan pak Moeldoko, itu cara-cara polisi menangkap aktivis, seolah-olah mereka teroris. Jumhur mau ambil obat luka habis operasi empedu nggak dikasih," katanya dalam acara Indonesia Lawyer Club di TV One tadi malam, Selasa (20/10/2020).

Rizal mengaku pernah dipenjara pada rezim Soeharto. Namun, petugas TNI yang didatangkan ke rumahnya berlaku baik. Berbanding terbalik dengan perlakuan Polisi terhadap para aktivis di era reformasi saat ini.

"Saya juga pernah dipenjara zaman pak Harto. Sopan-sopan tuh perwira TNI. Ini temennya sendiri Jenderal Polisi nggak diborgol. Aktivis diborgol. Taipan-taipan yang brengsek Djoko Tjandra bebas tangannya nggak diborgol. Apaan ini," tuturnya.

Dia mengatakan, Polri mestinya mengingat kembali upaya jasa para aktivis dan presiden Gus Dur yang secara tegas memisahkan Polri dari TNI. Pemisahan itu bertujuan agar Polisi menjadi institusi yang profesional. Dengan kebijakan Gus Dur, dwifungsi TNI dicabut.

"Tapi hari ini, TNI tidak dwi fungsi, polisi mukti fungsi. Kelakuannya mohon maaf deh. Para aktivis itu bukan teroris," katanya.

Menurut dia, cara Polisi menangani para aktivis justru tak akan memberi efek jera bagi para aktivis untuk mengkritisi kepemerintahan Jokowi. Mereka, kata dia, justru akan semakin lantang melontarkan kritik.

"Tidak akan bikin kapok. Dikira mereka (aktivis) itu akan kapok, nggak. Justru mereka akan makin bandel," katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri merilis penangkapan 8 petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Kamis (15/10) siang. Seluruh tersangka dalam kasus ini juga dihadirkan di hadapan awak media.

Seluruh tersangka tampak menggunakan baju tahanan berwarna orange yang bertuliskan "Tahanan Bareskrim Polri", dan kedua tangan seluruh tersangka diborgol.

Kedelapan tersangka yang dirilis Kepolisian, tiga diantaranya adalah anggota komite eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.[]

Arief Munandar

https://akurat.co