News

Risma Ungkap Banyak Beredar Akun Mengatasnamakan Bansos

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengakui banyak akun-akun yang mencatut Bansos


Risma Ungkap Banyak Beredar Akun Mengatasnamakan Bansos
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII di kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengakui banyak akun-akun yang mencatut Bansos. Masyarakat tentu harus mewaspadai. Kemensos hanya menggunakan akun tunggal untuk masyarakat yakni lewat New Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) cekbansos.kemensos.go.id. 

"Iya, banyak akun mengatasnamakan Bansos, tapi yang officialy New DTKS bisa dibuka oleh publik melalui cekbansos.kemensos.go.id,” kata Risma dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021). 

Masyarakat perlu tau bahwa Kemensos telah menerbitkan New DTKS yang telah diserahkan dengan data NIK yang dikelola Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

"Per 1 April Kementerian Sosial meluncurkan New DTKS yang sudah dipadankan dengan NIK dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Dari hasil penyisiran selama ini, terdapat 21.156 juta data yang di nonaktifkan. Penonaktifan itu telah melibatkan BPK, BPKP, KPK, Kejaksaan Agung, serta kepolisian. Lembaga-lembaga itu berperan mengontrol penonaktifan 21 juta lebih data tersebut. 

"Soal kekurangan data akan diminta kepada daerah terkait usulan-usulan baru. Untuk transparansi publik bisa mengecek data New DTKS di cekbansos.kemensos.go.id," ujarnya. 

Dia mengungkapkan, data yang dinonaktifkan itu terjadi karena beberapa kondisi. Misalnya karena ada nama ganda, atau karena ganda menerima bantuan. Sesuai aturan, penerima PKH dan BPNT masih bisa menerima bantuan BST, tetapi penerima BST tidak bisa menerima jenis bantuan yang lain.

“Menerima PKH dan BPNT bisa, tapi jika menerima BST tidak bisa menerima bantuan yang lain, serta jika terjadi ganda akan ambil 1 data saja,” tandas Mensos

Dia mengatakan, publik terbuka luas untuk memantau data penerima bansos PKH, BPNT, BST yang berakhir April. Dalam New DTKS disediakan dua sisi, yaitu seseorang yang berhak maka akan difasilitasi mengusulkan dirinya untuk menerima bantuan.

“Di sisi lain, bagi penyanggah akan disembunyikan beberapa nomor handphone di belakangnya untuk memberikan keberanian. Jika ada perbedaan data akan dibantu dengan melibatkan pihak perguruan tinggi,” ungkapnya.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co