News

Risma: Hak Masyarakat Adat Terdalam Harus Terjamin Seperti yang Lainnya

Mensos Risma mengungkapkan bahwa masyarakat adat terpencil juga berhak menikmati program jaring pengaman sosial yang dikucurkan pemerintah.


Risma: Hak Masyarakat Adat Terdalam Harus Terjamin Seperti yang Lainnya
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat rapat kerja dengan Komisi VIII di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (25/8/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa masyarakat adat terpencil juga berhak menikmati program jaring pengaman sosial yang dikucurkan pemerintah. 

"Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) harus dijamin memiliki hak dan akses yang sama terhadap program pembangunan sebagaimana saudara sebangsa lainnya. Mereka memiliki hak sama untuk memperoleh bantuan dari negara," kata Risma dalam siaran persnya, Minggu (5/9/2021). 

Untuk memuluskan kucuran bantuan itu, identitas mereka harus tercatat dan terekam dengan baik pada database pemerintah. Karenanya, pemerintah sejak Juli 2020 melakukan perekaman data untuk penerbitan dokumen kependudukan warga KAT. Tujuannya untuk memastikan mereka bisa mengakses fasilitas pelayanan dan program bantuan pemerintah. 

Sebab, kata dia, setiap penerima bantuan sosial harus masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memadankan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Saat ini, proses perekaman data terus berlangsung di beberapa lokasi KAT agar mereka bisa mendapatkan NIK sehingga bisa diakses dengan berbagai bantuan sosial dari Kemensos maupun kementerian lainnya.

Dirjen Pemberdayaan Sosial, Kemensos Edi Suharto menambahkan, penyusunan instrumen pemberdayaan KAT dalam bentuk digital diharapkan dapat menghasilkan instrumen pemetaan sosial, penjajagan awal, dan studi kelayakan yang akurat ke depan. 

"Pemberdayaan KAT menempati posisi strategis yang fokusnya berbasis stakeholder. Dalam strategi berbasis stakeholder ditekankan pada pemenuhan dan peningkatan kualitas hidup, menghargai keberagaman, dan kearifan lokal,” kata Edi.[]