News

Risiko Tertular Covid-19 Besar, Doni Monardo Prihatin Terjadi Gelombang Demonstrasi


Risiko Tertular Covid-19 Besar, Doni Monardo Prihatin Terjadi Gelombang Demonstrasi
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo (Screencapture/virtual Youtube)

AKURAT.CO, Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo prihatin dengan munculnya gelombang unjuk rasa di berbagai daerah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 pada Kamis (8/10/2020).

Doni mengatakan, demo berpotensi membuat klaster penyebaran Covid-19. Menyusul, massa berkerumun di satu titik.

"Jadi kita ikut prihatin ya dalam beberapa hari terakhir sangat banyak demo di sejumlah provinsi. Walaupun juga tidak sedikit daerah yang tidak melakukan aktivitas demo," kata Doni Monardo dalam diskusi bertajuk 'Media Bertanya, Doni Monardo Menjawab' di channel Youtube BNPB Indonesia, Jumat (9/10/2020).

Doni mengatakan, merujuk Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentan Kedaruratan Kesehatan bahwa ketentuan tentang protokol kesehatan harus dipenuhi. Salah satu protokol kesehatan yang harus dipenuhi saat pandemi ialah menjaga jarak dan hindari kerumunan.

"Kalau kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa apalagi dalam jumlah sangat banyak itu tentunya menimbulkan risiko yang sangat besar. Karena bisa saja di antara masyarakat yang berkumpul itu ada yang positif COVID-19," ujarnya.

Selain itu, massa yang ikut demo bisa mencelakai keluarga atau kerabat di lingkungannya ketika pulang, seperti bertemu dengan kelompok rentan (komorbid). Sebab, kata dia, lansia atau orang yang memiliki penyakit bawaan lebih berisiko terpapar COVID-19.

"Ketika pulang ke rumah bertemu dengan orang-orang yang disayangi, orang-orang yang dikasihi maka bisa juga mereka yang tidak pernah keluar rumah pun akan terpapar COVID-19. Risikonya sangat besar bagi keluarga yang punya komorbid atau mereka yang sudah lansia karena angka kematian bagi komorbid dan lansia sangat besar," katanya.[]