Lifestyle

Risiko Komplikasi Persalinan Akibat Hamil Di Usia Remaja

Risiko Komplikasi Persalinan Akibat Hamil Di Usia Remaja
Ilustrasi hamil di usia remaja (freepik)

AKURAT.CO, Hamil di usia remaja dapat memicu berbagai macam risiko bagi perempuan dari sisi psikologis maupun fisik. Selain itu, kehamilan pada remaja juga berisiko memicu komplikasi persalinan.

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Usia remaja biasanya memiliki rasa penasaran yang tinggi dan cenderung berani mengambil risiko atas apa yang dilakukannya tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Kehamilan pada remaja dapat berdampak negatif bagi kesehatan remaja dan bayinya, juga dapat berdampak sosial dan ekonomi.

baca juga:

Kehamilan pada usia muda atau remaja antara lain berisiko pada kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), pendarahan persalinan, yang dapat meningkatkan kematian ibu dan bayi.

Hamil di usia remaja juga terkait dengan kehamilan tidak dikehendaki dan aborsi tidak aman.

Kemudian, risiko fisik yang dialami akibat hamil di usia remaja yaitu mulai dari panggul sempit, sel-sel rahim belum matang, hingga meningkatkan risiko infeksi HPV yang menyebabkan kanker leher rahim atau kanker serviks.

Hamil di usia remaja juga memicu berbagai komplikasi persalinan yang bisa mengancam kondisi bayi.

Komplikasi persalinan akibat hamil di usia remaja
  • Komplikasi persalinan distosia

Komplikasi distosia adalah persalinan macet sehingga menyebabkan proses melahirkan berjalan lama.

Persalinan dapat dikatakan macet apabila berlangsung lebih dari 20 jam untuk pengalaman melahirkan yang pertama.

Distosia pada remaja bisa dipicu karena kondisi panggul yang sempit, sehinga membutuhkan induksi hingga tindakan operasi sesar.

  • Kelahiran prematur

Hamil di usia remaja bisa mengakibatkan kelahiran prematur. Bayi prematur didefinisikan sebagai bayi yang lahir saat usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

Berikut beberapa jenis bayi prematur berdasarkan usia kelahirannya, yaitu:

  1. Prematur akhir: lahir antara 34 dan 36 minggu kehamilan.
  2. Prematur sedang: lahir antara 32 dan 34 minggu kehamilan.
  3. Sangat prematur: lahir pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu.
  4. Prematur ekstrem: lahir pada atau sebelum 25 minggu kehamilan.

Bayi yang harus lahir sebelum waktunya berisiko mengalami masalah pernapasan, pencernaan, penglihatan, hingga gangguan kognitif.

  • Berat badan lahir rendah (BBLR)

Remaja berisiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Bayi dengan berat lahir rendah didefinisikan dengan berat antara 1,4 - 2,5 kg. Sementara, bayi dengan berat lahir sangat rendah yaitu kurang dari 1,4 kg.

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah memerlukan ventilator untuk membantu kinerja sistem pernapasannya.

  • Penyakit menular seksual (PMS)

Remaja yang berhubungan seks hingga menyebabkan kehamilan juga berisiko mengalami penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia dan HIV.

Hal itu karena sebagian dari mereka tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

PMS tidak hanya menginfeksi tubuh sang ibu, melainkan juga dapat menular ke bayinya.

Hamil di usia remaja tidak hanya membahayakan kesehatan ibunya, namun juga berisiko menyebabkan komplikasi persalinan pada bayinya.

Karena itu, pendidikan seks usia dini terkait organ reproduksi penting diberikan kepada anak remaja.