Olahraga

Rionny Ungkap Plus-Minus Sistem Penghitungan 5x11

Rionny menyebut bahwa dari sisi stamina sistem 5x11 sangat disukai pemain namun dari segi strategi pemain harus fokus sejak awal pertandingan.


Rionny Ungkap Plus-Minus Sistem Penghitungan 5x11
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Rionny Mainaky, ketika berada di Pelatnas PBSI di Cipayung, Selasa (6/4). (PBSI)

AKURAT.CO, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, mendukung usulan perubahan sistem penghitungan pertandingan dari 3x21 ke 5x11. Indonesia adalah salah satu negara yang akan membawa usulan ini dalam rapat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) di Kuala Lumpur, Malaysia, 22 Mei mendatang.

Meski mendukung, Rionny mengatakan perubahan penghitungan ini juga akan membawa dampak plus-minusnya. Dari sisi stamina sangat disukai pemain namun dari segi strategi pemain harus fokus sejak awal pertandingan.

"Untuk pemain mereka lebih suka karena dari segi teknik, kecepatan, dan skill lebih luwes. Kami menyambut baik dan gembira bila nanti memang jadi diterapkan,” kata Rionny di Jakarta, Selasa (6/4), sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

Menurut Rionny, pemainnya tidak bakal kaget dengan cara penghitungan reli 5x11 ini. Pasalnya, dalam sesi latihan fokus dan konsentrasi di Pelatnas PBSI, pebulutangkis juga melakukan pertandingan poin kecil seperti poin sebelas dan tujuh.

"Tidak mudah memang karena berdasarkan yang saya lihat, khususnya pemain tunggal, kalau sudah menang dua gim lalu lawan mengambil gim ketiga, tekanan suka berbalik. Akhirnya kalah 3-2," jelas Rionny.

“Nanti tambahan dan pengembangan ada di teknik servis dulu. Karena kalau kita salah saja servis, di-fault misalnya, itu sudah membuang poin dan merugikan. Untuk program lain, saya dan tim pelatih masih menyusun dan mempelajari.”

Usulan perubahan sistem perhitungan ini sebenarnya sudah dibahas sejak 2018. Namun, ketika itu ditolak di mana Indonesia termasuk yang menolak lantaran perubahan tersebut bisa membuat pemain kaget mengingat sesi kualifikasi Olimpiade Tokyo sudah semakin dekat.

Kalaupun disepakati, aturan baru ini bakal diterapkan tahun depan. Mengingat tahun ini jadwal turnamen yang padat karena banyaknya penundaan tahun lalu akibat pandemi virus corona (COVID-19) dan juga Olimpiade Tokyo yang bakal digelar pada Juli-Agustus mendatang.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu