Olahraga

Rionny Beberkan Alasan Sektor Tunggal Gagal Sumbang Poin

Trio pemain tunggal putri belum mampu menyumbang angka saat menghadapi Thailand di babak perempatfinal Piala Uber 2020


Rionny Beberkan Alasan Sektor Tunggal Gagal Sumbang Poin
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (Dok. PBSI)

AKURAT.CO, Tim bulu tangkis beregu putri Indonesia harus mengakui kekuatan Thailand setelah dipaksa menyerah 2-3 dalam laga yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Kamis (14/10).

Ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain Indonesia, khususnya di sektor tunggal. Di mana trio pemain tunggal putri belum mampu menyumbang angka saat menghadapi Thailand di babak perempatfinal Piala Uber 2020.

Menurut Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, salah satu alasan ketiga tunggal itu gagal menyumbang angka adalah karena mereka tidak bisa keluar dari tekanan.

Seperti yang dialami Gregoria Mariska Tunjung, dari awal Rionny bahkan optimistis Gregoria dapat menyumbang poin yang menentukan bagi perjalanan tim Uber Indonesia.

Karena sebuah kesalahan di gim kedua, permainan Gregoria jadi hilang. Menurut Rionny anak didiknya jadi bermain penuh tekanan dan pola mainnya mengikuti pola lawan karena tidak bisa keluar dari tekanan.

“Ini catatan buat saya. Kenapa dia tidak bisa mengatasi tekanan. Padahal dia diharapkan bisa menyumbang poin. Gregoria itu harapan kita,” kata Rionny diutip laman PBSI.

Untuk Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi Tri Wardoyo juga hampir mirip. Mereka juga dianggap tidak bisa keluar dari tekanan.

“Pressure Putri KW terlalu berat. Di gim kedua sebenarnya bisa mengatasi keadaan dan memimpin dalam pengumpulan poin. Namun karena kesalahan sendiri dan hilang sampai lima poin, memberi angin kepada lawan untuk bangkit,” Rionny menjelaskan.

“Meski dia bisa menyusul, finishingnya di gim kedua tidak bagus. Dua kesalahan smash karena terburu-buru, menyangkut net," sebut Rionny.

Untuk Ester, walau di gim pertama bisa main bagus, bisa membuat setting. Namun, karena tak bisa mengatasi tekanan, dia gagal. Sebagai sesama pemain muda melawan wakil Thailand, siapa yang bisa menguasai tekanan lebih baik, dialah yang akan menang.

“Sayang Ester tak bisa keluar dari tekanan. Ini juga karena pengaruh jam terbang pengalaman. Di gim kedua, lawan benar-benar mengontrol permainan dan Ester jadi susah untuk bangkit,” kata Rionny.

Dengan kegagalan tersebut, Rionny menyebut akan melakukan evakuasi lebih dalam terhadap permainan pemain tunggal putri. Pasalnya, sebagai pemain muda, perjalanan mereka ke depan masih panjang.

“Kita tidak bisa bilang lagi kalah tidak apa-apa. Harus segera diperbaiki benar-benar. Dicari kenapa kalah dan tidak bisa mengelola tekanan di lapangan. Karena ketiga pemain ini adalah harapan kita di tunggal putri Indonesia,” Rionny mengakhiri.[]