Ekonomi

Rights Issue dan Holding Ultra Mikro Bisa Genjot Saham BBRI

Apresiasi positif dari investor dinilai berlangsung secara bertahap sejalan dengan rights issue dan pembentukan holding BUMN Ultra Mikro.


Rights Issue dan Holding Ultra Mikro Bisa Genjot Saham BBRI
Pekerja melihat layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/10/2018). Saham perusahaan penerbangan raksasa Boeing turun sekitar 6,6 persen yang terburuk sejak Februari 2016. Setelah salah satu pesawat pabrikannya yang dibawa maskapai Lion Air terjatuh di kawasan Karawang, Jawa Barat pada (29/10). Seri Boeing 737 MAX 8 yang dibawa Lion Air telah menjadi produk andalan bagi Boeing untuk penerbangan komersial perusahaan dalam beberapa waktu terakhir. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee memproyeksikan apresiasi positif dari investor terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan berlangsung secara bertahap.

Hal itu seiring dengan rights issue dan pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) yang dapat menghadirkan layanan one stop service.

Ia melihat kedua aksi korporasi yang dilakukan bank berkode saham BBRI tersebut semakin memperkuat optimisme dari investor. 

"Rencana pembentukan holdingnya bagus. Tentu banyak potensi bisnis bagus bisa didapat oleh holding (ketiga perseroan yang terlibat) termasuk BRI. Tapi untuk target harga saya perkirakan di kisaran Rp4.350," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (16/7/2021).

Dia memproyeksikan pada tahun ini posisi saham BBRI akan terkerek ke nilai Rp4.350. Adapun harga BBRI akhir akhir ini bergerak di kisaran Rp3.800 dengan price to book value (PBV) di 2,37 kali.

Seperti diketahui, Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 sebagai payung hukum holding BUMN UMi telah terbit. Tiga entitas BUMN yang terlibat dalam holding tersebut yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI sebagai induk holding, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Masyarakat Madani (Persero) atau PNM. 

Di sisi lain, Hans pun menjelaskan kinerja keuangan anggota holding yakni BRI, Pegadaian, dan PNM sangat baik. Tren kinerja pembiayaan dinilainya masih positif meskipun menghadapi tantangan pandemi. Masing-masing perseroan pun masih mampu membukukan laba. 

Selain membawa manfaat untuk ketiga perseroan dan investor, Hans juga menekankan keuntungan holding yang akan banyak diraih pelaku UMKM dan UMi. Pelaku usaha di segmen tersebut akan mendapat layanan produk yang lebih beragam atau "one stop service" dengan semakin mudah dan efisien. 

Karena itu, dengan proses holding BUMN UMi yang hampir rampung diperkirakan akan lebih meningkatkan kualitas bisnis segmen ultra mikro ketiga perseroan. Hal itu akan terdorong oleh potensi integrasi data.