News

Ridwan Kamil Sentil Baim Wong, Minta Pendaftaran HAKI Citayam Fashion Week Dicabut!

Ridwan Kamil mengomentari klaim Baim Wong terhadap Citayam Fashion Week yang ditandai dengan upaya mendaftarkan CFW ke Ditjen HAKI.

Ridwan Kamil Sentil Baim Wong, Minta Pendaftaran HAKI Citayam Fashion Week Dicabut!
Ridwan Kamil dalam acara Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 diselenggarakan UGM, Sleman, Kamis (2/12/2021) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengomentari klaim Baim Wong terhadap Citayam Fashion Week (CFW) yang ditandai dengan upaya mendaftarkan CFW ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Emil, sapaan akrabnya, menyarankan agar suami dari Paula Vanhouven itu mencabut kembali berkas pengajuannya.

"Saran saya, pendaftaran HAKI ke Kemenkumham dicabut saja. Terima kasih jika bisa memahaminya," tulis dia di akun Instagram @ridwankamil, Senin (25/7/2022). 

baca juga:

Emil lalu menasehati Baim Wong. Kata dia, tidak semua hal di dunia ini harus dilihat dari sisi komersial.

Emil menerangkan, fenomena kehadiran CFW merupakan fenomena gerakan organik yang datang dari remaja pinggiran Jakarta. Gerakan itu tumbuh dan berkembang secara natural.

"Sekalinya diformalkan & dimewahkan, apalagi oleh orang luar, malah akan hilang tujuan & maksudnya. Dan biasanya gerakannya malah akan mati muda. Biarkan ini jadi cerita, bahwa fashion jalanan tetap di jalanan. Bukan di Sarinah, bukan di podcast, bukan pula harus menginternasional," katanya. 

Semua pihak, lanjut dia, sejatinya memahami psikologi para remaja itu. Sebab, ada kalanya mereka hanya butuh ruang ekspresi. Kebutuhan itu nampaknya terfasilitasi dengan baik di Dukuh Atas. Di sana, mereka berkreasi dan memproduksi konten yang kreatif. 

"Biarkan tetap Slebew bukan Haute Couture. Ada kalanya mereka hanya butuh ruang ekspresi. Dan tidak perlu negara turut campur terlalu jauh. Tidak perlu pula individu-individu di luar komunitasnya ikut-ikutan mengatur-ngatur," tulis Ridwan Kamil.

Lebih lanjut ia menyampaikan, karena kelahiran gerakan CFW itu diinisiasi oleh para remaja pinggiran Jakarta, upaya pengorganisasian gerakan mereka juga harus organik. Mereka membuat sendiri dengan kreativitas mereka. Sebab, itulah identitas mereka sebagai peraga busana jalanan. 

"Jikapun ingin diorganisasikan lebih baik, biarlah mereka sendiri yang mengurusnya melalui komunitasnya. Oleh mereka bukan Anda. Anda dan istri sudah hebat punya kerja-kerja luar biasa. Lanjutkan. Tapi bukan untuk inisiatif yang ini," katanya. []