Ekonomi

Ridwan Kamil Pede Investasi Hijau Jabar Paling Moncer

Ridwan Kamil Pede Investasi Hijau Jabar Paling Moncer
Ridwan Kamil dalam acara Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 diselenggarakan UGM, Sleman, Kamis (2/12/2021) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimis daerahnya unggul dalam investasi hijau khususnya terkait energi terbarukan dan otomotif listrik yang saat ini mutlak diperlukan.

Selain memiliki infrastruktur yang baik, menurutnya, Jawa Barat pun kaya akan potensi yang diperlukan untuk industri tersebut.

Dia menyontohkan, industri kendaraan listrik membutuhkan komponen penunjang yang tidak dikerjakan oleh perusahaan berskala besar. Bahkan, di Jawa Barat, sudah terdapat produsen komponen tersebut yang dikerjakan berbagai pelaku UMKM.

baca juga:

Dengan begitu, ia pun tidak khawatir dengan sejumlah produsen otomotif yang berencana membangun pabrik di luar Jawa Barat.

"Kami optimis di Jawa Barat industri otomotif listrik dan energi terbarukan akan lebih unggul," kata Ridwan Kamil kepada wartawan usai menghadiri pembukaan West Java Investment Summit 2022 (WJIS) di Bandung, Kamis (6/10/2022).

Adapun, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan pihaknya bersama Bank Indonesia menggelar WJIS 2022 dengan tema 'Green Investment: Food Security and Renewable Energy - Securing The New Future'.

"Mengacu pada investasi hijau berkelanjutan berfokus pada ketahanan pangan serta transisi energi menuju energi baru dan terbarukan," katanya.

Berkenaan dengan ketahanan pangan, Sekda yang menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut, mamaparkan kondisi sejumlah bahan pokok di Jawa Barat.

"Beras, daging ayam, jagung, cabai rawit, cabai merah, hingga bawang merah, ada pada kondisi surplus di mana ketersediaannya lebih besar dari pada kebutuhan," katanya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi