News

Ridwan Kamil Hingga Bupati Bogor akan Diperiksa Bareskrim Terkait Acara Maulid Nabi

Ridwan Kamil dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Jumat (20/11/2020) besok


Ridwan Kamil Hingga Bupati Bogor akan Diperiksa Bareskrim Terkait Acara Maulid Nabi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat membuka Konferensi Musik Indonesia Festival & Eksebisi (KAMI) di kawasan Sorean, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2019). Konferensi Musik Indonesia Festival & Eksebisi tersebut ditujukan untuk para pegiat musik yang berisi tentang beberapa diskusi dan hiburan dari sejumlah musisi, seperti D'Cinnamons, Tuan Tiga Belas, Serdadu Bambu, Orkes Hamba Allah, dan banyak lagi. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Tim penyidik Bareskrim Polri akan memeriksa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait kasus kerumunan massa yang terjadi di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Acara Maulid Nabi yang digelar di wilayah tersebut diduga melanggar protokol kesehatan. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Jumat,  (20/11/2020) besok.

"Iya benar (Ridwan Kamil diperiksa)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Rabu (18/11/2020).

Selain Kang Emil, tim penyidik juga akan memeriksa saksi-saksi lain seperti Bupati Bogor, Sekda Kabupaten Bogor, Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Camat Megamendung, Kepala Desa Sukagalih, Kepala Desa Kuta, Ketua RW 03 Desa Sukagalih, Ketua RT 01,  Bhabinkamtibmas, dan Panitia Maulid Nabi.

"Iya semua saksi diundang untuk klarifikasi di Bareskrim Polri," ujar Awi.   

Sebelumnya pada Jumat (13/11), tim Direskrimum Polda Jabar telah mengundang 11 orang untuk dimintai karifikasi, karena diduga mengetahui acara Maulid Nabi di Megamendung.

Sementara di sisi lain, Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya juga tengah menyelidiki dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang menyebabkan terjadinya kerumunan massa pada saat pernikahan putri Rizieq Shihab dan peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta, pada Sabtu (14/11/2020).  

Dalam kasus tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya juga telah dimintai klarifikasi.

Diketahui, pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana pasal 93 UU Republik Indonesia nomor 6 tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan. []