Entertainment

Ridho Slank Merasa Dianaktirikan Pemerintah Pusat, Ada Apa?

Ridho Slank sesalkan pemerintah belum beri solusi untuk industri musik Tanah Air


Ridho Slank Merasa Dianaktirikan Pemerintah Pusat, Ada Apa?
Ridho Slank saat ditemui di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (22/8). (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Ridho Hafiedz atau Ridho Slank mengaku tidak puas dengan kinerja pemerintah pusat dalam menangani Covid-19.

Gitaris Slank itu merasa dirinya dianaktirikan oleh pemerintah pusat karena hingga saat ini belum memiliki solusi kepada musisi agar bisa kembali tampil off air di tengah pandemi Covid-19.

"Sebenarnya gue sempat ngomongin dan omongan gue isinya komplain kepada pemerintah. Semua bidang usaha kerja. Sebut saja deh, pilot nerbangin pesawat itu kerja, polisi, perusahaan besar juga kerja walau WFH (kerja dari rumah) tetap saja mereka kerja. Hanya kami saja musisi yang enggak ada protokol untuk event off air," ujar Ridho Slank lewat konten video di akun Youtube milik Ari Lasso, dikutip pada Rabu (19/5).

Pria kelahiran tahun 1973 itu berharap pemerintah pusat dan pemangku kepentingan agae segera mencari solusi. Ridho berharap industri musik Indonesia dapat dipulihkan.

"Misalnya bikin acara seluas lapangan bola, cuma boleh 500 orang dengan jarak berapa meter. Peraturannya emang sudah ada, begitu minta izin ke polisi diminta ke satgas juga, pas bilang ke satgas suruh ke polisi,” kata Ridho Slank.

“Jadi gue minta ada pernyataan resmi dari pemerintah. Siapapun Kemenparekraf, Satgas duduk bareng bahas bagaimana bikin acara off air dengan prokes yang jelas," imbuh Ridho Slank.

Ridho menegaskan bahwa Covid-19 tak hanya berimbas pada musisi, melainkan juga para pekerja panggung yang biasa menjadi bagian dalam sebuah pertunjukan musik.

"Kalo dibilang dianaktirikan ya karena kita enggak pernah dibahas serius, karena ini banyak orang yang terlibat. Off air kan bukan cuma soal artisnya. Ada ekosistemnya, ada orang panggung, soundsystem," ucap Ridho.[]