News

Ribuan Warga DKI Ajukan SIKM, Mayoritas untuk Kunjungan Keluarga Sakit

Sebanyak 1.546 SIKM telah diterbitkan dan 2.094 SIKM ditolak sedangkan 248 permohonan masih ditindaklanjuti.


Ribuan Warga DKI Ajukan SIKM, Mayoritas untuk Kunjungan Keluarga Sakit
Petugas gabungan yang terdiri dari Polri, Dishub, dan Satpol PP melakukan pemeriksaan pelanggar mudik di Jalur Alternatif (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta mencatat, sebanyak 3.888 warga Ibu Kota mengajukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) untuk mendapatkan akses keluar kawasan Jabodetabek pada masa peniadaan mudik 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Benni Aguscandra mengatakan,  sebanyak 1.546 SIKM telah diterbitkan dan 2.094 SIKM ditolak sedangkan 248 permohonan masih ditindaklanjuti.

Dari semua permohonan yang masuk mayoritas beralasan  mengunjungi keluarga yang sedang sakit di kampung halaman,  alasan itu sudah sesuai  ketentuan yang berlaku,  namun beberapa pengajuan ditolak karena mereka masih  tinggal di kawasan Jabodetabek yang tidak butuh SIKM.

"Permohonan masuk 3.888 alasan  kunjungan keluarga   sakit sebanyak 2.467 pemohon," kata Benni kepada AKURAT.CO Selasa (11/5/2021).

Benni  melanjutkan, pemohon dengan alasan kedukaan karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia sebanyak 943 orang,  kategori alasan ini menjadi yang terbanyak kedua disusul  pengajuan dari ibu hamil yang mencapai 298 orang.

"Kemudian untuk alasan kepentingan persalinan 180 orang," tuturnya.

Peniadaan mudik lebaran  kali ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dan Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah

Disebutkan dalam peraturan tersebut, bahwa perjalanan orang selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1442 Hijriah dikecualikan bagi kendaraan pelayanan logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, antara lain, bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal dunia, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi paling banyak dua orang anggota keluarga. []

Bayu Primanda

https://akurat.co