News

Ribuan Warga di Sejumlah Negara Unjuk Rasa Tolak Pembatasan COVID-19

Di Prancis, jumlah warga yang memprotes diperkirakan mencapai hingga 160 ribu orang


Ribuan Warga di Sejumlah Negara Unjuk Rasa Tolak Pembatasan COVID-19
Polisi anti huru hara Prancis menghadapi pengunjuk rasa yang menentang aturan pembatasan COVID-19 dari pemerintahan di Paris, Sabtu (24/7) (AFP )

AKURAT.CO Puluhan ribu orang di sejumlah negara di dunia termasuk Prancis, Australia, Inggris, hingga Italia, telah memprotes aturan pencegahan virus corona termasuk pembatasan COVID-19 hingga kampanye vaksinasi.

Seperti diwartakan Al Jazeera hingga Reuters, di Prancis, jumlah warga yang memprotes diperkirakan mencapai hingga 160 ribu orang. Ratusan ribu pendemo itu pun turun ke jalan pada Sabtu (24/7). Mereka memprotes kampanye vaksinasi hingga izin kesehatan Presiden Emmanuel Macron yang dianggap akan membatasi akses ke restoran dan ruang publik bagi orang yang tidak divaksinasi.

Diketahui, kebijakan Macron itu muncul usai Prancis mengalami lonjakan infeksi hingga rawat inap. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Macron berupaya mempercepat vaksinasi untuk melindungi populasi dan rumah sakit yang rentan serta menghindari penguncian total baru.

Jajak pendapat menunjukkan mayoritas orang Prancis mendukung langkah-langkah baru tersebut, tetapi tetap ada yang tidak menyetujuinya. Akhir pekan lalu, lebih dari 100 ribu orang di seluruh Prancis menentang tindakan tersebut. Mereka termasuk politisi dan aktivis sayap kanan, serta beberapa orang lain yang marah pada Macron karena berbagai alasan.

Warga yang tidak setuju kemudian kembali menggelar protes. Mereka berbaris melalui Paris sebagai salah satu pusat demonstransi selain kota Marseille, Montpellier, Nantes, hingga Toulouse. Dalam seruannya, para pendemo meneriakkan kebebasan hingga menjunjung teori konspirasi Big Pharma yang menganggap bahwa perusahaan farmasi beroperasi untuk tujuan jahat. 

"Kebebasan, kebebasan!, "Hentikan Kediktatoran," Macron Tirani", "Big Pharma membelenggu kebebasan", "Tidak untuk rasa malu!", teriak para demonstran Prancis.

Baca Juga: Kebijakan Wajib Vaksin COVID-19 Didemo Massa di Prancis, Dianggap Langgar Kebebasan HAM

Namun, demonstransi yang terjadi pada Sabtu di Prancis akhirnya berujung pada bentrokan. Polisi berusaha mendorong mundur para demonstran di dekat stasiun kereta api Gare Saint-Lazare setelah pengunjuk rasa menabrak sepeda motor polisi yang dikendarai oleh dua petugas.

Bentrokan antara polisi dan demonstran juga pecah di jalan raya Champs-Elysees, di mana gas air mata ditembakkan dan lalu lintas dihentikan.