News

Ribuan Pelanggaran Prokes di Objek Wisata DIY, Kerumunan Sulit Diatur

Dari jumlah sekian banyak, bentuk pelanggaran paling mendominasi adalah abai pengenaan masker


Ribuan Pelanggaran Prokes di Objek Wisata DIY, Kerumunan Sulit Diatur
Pengunjung kawasan Malioboro pada Jumat (30/10/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Jajaran Satpol PP DIY mencatatkan adanya ribuan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di obyek wisata selama masa liburan 2021. Abai pemakaian masker paling mendominasi.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad berujar, selama libur lebaran ini jajarannya dikerahkan mengawasi 37 obyek wisata. Lokasinya tersebar di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

"Di 37 titik obyek wisata, itu pengunjungnya ada 117 ribuan orang. Pelanggarannya ada 1.299 dari 13-16 Mei," ujar Noviar saat dihubungi, Senin (17/5/2021).

Dari jumlah sekian banyak, bentuk pelanggaran paling mendominasi adalah abai pengenaan masker. Mereka yang melanggar pun dijatuhi sanksi.

"Yang tidak pakai masker, KTP-nya diamankan, kemudian yang bersangkutan diminta kerja sosial memungut sampah atau dihukum fisik, nanti suruh dateng ke posko ambil KTP sekaligus menandatangani surat pernyataan. Yang penting menimbulkan efek jera," papar Noviar.

Lebih jauh, Noviar berujar jika sepanjang libur lebaran ini, pihaknya mengerahkan 328 personil Satpol PP untuk mengawasi jalannya protokol kesehatan di 37 lokasi wisata. Kendati jumlahnya diakui tak mampu mengimbangi banyaknya wisatawan.

Faktor ini lantas menciptakan kendala berupa sulitnya menangani timbulnya kerumunan di destinasi wisata. Apalagi di pantai. 

"Di beberapa tempat contohnya di Pantai Sepanjang, Baron itu kan penuh. Kerumunan tak bisa dihindarkan, juga di Glagah, Pantai Baru itu penuh. Termasuk Parangtritis, itu kan sempet viral pengunjung ramai itu," imbuh dia.

"Jumlah pengunjung terlalu banyak. Petugas kami sedikit yang untuk mengingatkan. Contohnya di Parangtritis petugas kami ada 69, tapi itu dibagi di Pantai Depok, Parangtritis sendiri, Parangkusumo. Sementara pengunjung di sana kan padat, mengurainya susah," tandasnya.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co