News

Ribuan Bus Perangkat Desa Padati GBK Senayan, Warga 'Ngedumel' Telat Kerja

Ribuan Bus Perangkat Desa Padati GBK Senayan, Warga 'Ngedumel' Telat Kerja
Kondisi kemacetan lalu lintas kendaraan di kawasan Gerbang Tol Semanggi 2, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/3/2020). (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Ribuan bus yang ditumpangi para demonstran perangkat desa, memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023), sejak pagi pukul 07.00 WIB.

Alhasil, arus lalu lintas di jalan tersebut mengalami macet total, akibat dark aksi demo tiga organisasi perangkat desa seperti Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dan Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDI).

Sejumlah warga pun meluapkan kekesalannya atas kemacetan tersebut di media sosial (medsos).

baca juga:

Sekalipun pihak kepolisian telah melakulan rekayasa lalu lintas, kendaraan pribadi masyarakat masih nampak kesulitan melewati kawasan tersebut.

"Bus-bus yang parkir di GBK bikin macet dan bikin telat, hadeh. Fyi, jangan lewat GBK dan gedung DPR Guys xoxo," cuit akun Twitter @marisatmawijaya, Rabu (25/1/2023).

Ribuan Bus Perangkat Desa Padati GBK Senayan, Warga Ngedumel Telat Kerja - Foto 1

Dalam aksi demo di DPR hari ini, ribuan massa perangkat desa itu kembali melakukan unjuk rasa dalam usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa.

Mereka menuntut perpanjangan masa jabatan kepala desa yang sebelumnya enam tahun menjadi sembilan tahun. Mereka juga mendesak DPR RI untuk segera merevisi masa jabatan yang diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Dalam aksi turun ke jalan dari tiga organisasi perangkat desa itu, pihak Polda Metro Jaya menyatakan, jumlah massa demo tersebut dikabarkan mencapai 100.000 ribu orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ribuan aparat kepolisian saat ini telah diterjunkan untuk mengawasi demo itu.

"Dari Polda Metro Jaya telah menerjunkan sebanyak 1.713 personel untuk bantu kegiatan penyampaian pendapat," kata Wisnu saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (25/1/2023).

Pihaknya berharap, para demonstran melakukan unjuk rasa dengan tertib, mengingat arus lalu lintas di jalan tersebut sampai saat ini mengalami kemacetan.

"Imbauan agar tertib dan menghargai juga hak-hak masyarakat secara umum khusunya pengguna jalan umum lainnya untuk bisa menjalankan aktivitasnya hari ini," tutup Wisnu.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Komarudin mengungkapkan, jumlah massa aksi demo sejak pukul 08.00 WIB itu hanya terlihat sekita 5.000 orang.

"Saat ini yang masih yang terpantau masih kisaran 5.000 yang terlihat," kata Komarudin.

Saking padatnya arus lalu lintas di kawasan Senayan dan jalan arah Slipi, pihak kepolisian sampai melakukan rekaya lalu lintas di sekitar gedung DPR RI.

"Situasi masih situasional (rekayasa lalu lintas) memang ada penghambatan tapi masih masih dialirkan (melewati gedung DPR) belum dilakukan rekayasa," tutup Komarudin.[]