News

Ribuan Anak Ukraina Dipaksa Pindah ke Rusia, Kyiv Tuduh Moskow Atur Adopsi Ilegal

Ribuan Anak Ukraina Dipaksa Pindah ke Rusia, Kyiv Tuduh Moskow Atur Adopsi Ilegal
Rusia merebut Mariupol setelah berminggu-minggu pengepungan dan bombardir ganas yang menewaskan sekitar 20 ribu orang. (Associated Press)

AKURAT.CO Kyiv menuduh Moskow telah mengorganisir adopsi massal ilegal terhadap anak-anak Ukraina setelah mereka dipindahkan dari wilayah pendudukan ke Rusia. Sejak awal perang, Kyiv telah menuduh Moskow 'mendeportasi' warga Ukraina. Dikatakan bahwa warga Ukraina dari wilayah pendudukan dipaksa pergi ke Rusia, alih-alih ke wilayah lain di Ukraina.

"Federasi Rusia terus menculik anak-anak dari wilayah Ukraina dan mengatur adopsi ilegal mereka kepada warga Rusia. Lebih dari 1.000 anak dari Mariupol yang diduduki pasukan Rusia dipindahkan secara ilegal ke warga asing di Tyumen, Irkutsk, Kemerovo, dan Altai Krai [di Siberia]," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina pada Selasa (23/8), dilansir dari AFP.

Menurut pemerintah Ukraina, temuannya itu didasarkan pada informasi dari otoritas lokal di Krasnodar, sebuah kota Rusia selatan dekat Ukraina. Lebih dari 300 anak Ukraina 'ditahan di lembaga khusus' di wilayah Krasnodar, menurut pernyataan tersebut.

baca juga:

Ukraina pun menuduh Rusia melakukan tindakan yang sangat melanggar Konvensi Jenewa 1949 yang menetapkan aturan perawatan kemanusiaan di masa perang dan Konvensi PBB tentang Hak Anak.

Kyiv lantas menyerukan agar semua anak Ukraina, yang dipindahkan secara ilegal ke wilayah Rusia, dikembalikan ke orang tua atau wali sah mereka.

Sementara itu, beberapa keluarga dari Mariupol mengaku kepada kantor berita AFP bahwa mereka terpaksa pergi ke Rusia untuk menyelamatkan diri dari perang.

Mariupol, kota pelabuhan strategis di Laut Azov, dikepung pada hari-hari awal invasi. Rusia merebutnya setelah berminggu-minggu pengepungan dan bombardir ganas yang menewaskan sekitar 20 ribu orang.[]