News

RI Jadi Episentrum Covid-19 di Dunia, Begini Desakan Pimpinan MPR ke Pemerintah

Kasus harian yang makin tinggi dan melewati positivity rate maksimal WHO menunjukkan tidak ada kemajuan dalam penanganan Covid-19


RI Jadi Episentrum Covid-19 di Dunia, Begini Desakan Pimpinan MPR ke Pemerintah
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan saat membuka acara secara resmi Pegelaran Seni Budaya (PSB) dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui penampilan tradisi Cianjuran 'Ngaos, Mamaos, Maenpo', di aula Gedung Kesenian Cianjur, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2020). (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi yang valid terkait strategi dan langkah dalam penanganan Pandemi Covid-19. Pasalnya, peningkatan kasus positif maupun kasus kematian akibat Covid-19 terus meningkat.

"Indonesia kini menjadi episentrum Covid-19 di Asia Tenggara, bahkan dunia," ungkap Syarief dalam keterangannya seperti dikutip redaksi, Jumat (6/8/2021).

Syarief menilai, kasus harian yang semakin tinggi dan melewati positivity rate maksimal menunjukkan tidak ada kemajuan dalam menangani pandemi Covid-19.

"Pemerintah selalu mengatakan Covid-19 masih terkendali, sudah melandai namun data menunjukkan positivity rate masih  24,1%, nyaris lima kali lipat dari batas maksimal 5 persen yang ditetapkan oleh WHO," terangnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mendesak Pemerintah untuk mengambil langkah lebih tegas yang adil dan proporsional. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas dalam mengambil kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat dan tetap humanis dalam pelaksanaannya.

"Pemerintah juga harus terlebih dahulu menyelesaikan persoalan kesehatan dan pemutusan laju penyebaran Covid-19 di atas persoalan lainnya," terangnya.

Syarief mendesak agar pelaksanaan PPKM Berlevel di berbagai wilayah dievaluasi. Bahkan dia mendorong Pemerintah berhati-hati terhadap munculnya varian baru Covid-19.

"Kita melihat bahwa tidak ada kemajuan yang signifikan di dalam penanganan Pandemi Covid-19, baik kasus positif maupun kematian. Pemerintah harus evaluasi pelaksanaan PPKM di daerah sehingga dapat berjalan lebih efektif," tegasnya.

Selain itu, Syarief juga meminta agar program vaksinasi dapat segera menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

“Lewat vaksinasi, kita berusaha membentuk herd immunity sehingga penyebaran dapat ditekan. Pemerintah harus terus mengoptimalkan vaksinasi sehingga mencapai target 70% secara nasional dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat tentang urgensi nya  vaksinasi," tandasnya.[]