Ekonomi

RI-Chile Komitmen Perkuat Kerja Sama Kemaritiman Dan Lingkungan


RI-Chile Komitmen Perkuat Kerja Sama Kemaritiman Dan Lingkungan
Puluhan mahasiswa melakukan gerakan sosial dengan membersihkan sampah plastik di kawasan pemukiman dan juga pinggir pantai pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, Minggu (11/11/2018). Gerakan sosial bersihkan sampah ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas borneo jurusan biologi, gerakan ini sebagai rasa peduli mereka kepada lingkungan dengan mengambil sampah plastik yang sulit untuk terurai. Jadi selain untuk melakukan wisata para mahasiswa ini juga melakukan misi sosial kemanusiaan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang kemaritiman dan juga dalam menangani isu lingkungan bersama dengan Pemerintah Chile.

“Pertemuan ini adalah sebagai tindak lanjut dari pertemuan APEC dan juga COP ke-25 yang diadakan pada tahun ini, kedua isu tersebut adalah isu ekonomi dan juga lingkungan yang menjadi dasar kerja sama antara Chile dan juga Indonesia,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanudin, dalam acara Beach Clean Up atau Bersih Pantai di Pantai Mertasari, Sanur - Bali, Jumat (30/8/2019). 

Terkait dengan acara Beach Clean Up, Deputi Safri mengungkapkan bahwa Indonesia dan Chile mempunyai pandangan yang sama tentang isu sampah laut (marine debris).

Safri lalu menjelaskan bentuk kerja sama yang akan dilakukan selain di bidang lingkungan juga di sektor kelautan dan perikanan.

“Terutama penanganan illegal fishing, polusi juga. Itu harus kita kembangkan karena kita memiliki geologi yang sama, salah satunya juga mitigasi bencana, sebab mereka memiliki tipe bencana alam yang serupa dengan Indonesia,” imbuhnya.

Nantinya, tambah Safri, kerja sama mitigasi bencana yang akan dilakukan bersama pemerintah Chile adalah, mengurangi resiko bencana akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan dan juga tsunami.

Kemudian, Duta Besar Chile untuk Republik Indonesia, Gustavo Ayares Ossandon menyatakan, kerja sama dengan Indonesia ini dipandang sangat penting. Oleh sebab Chile dan Indonesia sama-sama peduli pada isu lingkungan ini, utamanya permasalahan sampah plastik yang sudah menjadi masalah global. Selain juga kerja sama di bidang mitigasi bencana dan perikanan.

“Dunia turut prihatin karena masalah ini, ini perlu komitmen kuat, ini penting bagi Chile. Tidak ada kemungkinan untuk menangani polusi apabila seluruh bangsa tidak segera sadar dengan permasalahan yang dihadapi. Kita berbagi Samudera Pasifik, kita juga memerangi illegal fishing seperti tujuan pemerintah Chile, kita pernah ditimpa tsunami dan gempa bumi, itu juga terjadi di Indonesia dan sekarang saatnya kita mencari solusi bersama,” papar Dubes Gustavo.

Lebih lanjut, Dubes Gustavo pun menjabarkan mengenai kedatangan Kapal Latih Esmeralda milik Angkatan Laut Chile yang membawa sekitar 250 orang kru dan kadet. Menurut Gustavo, misi kapal latih tersebut, selain untuk melatih para kadet muda, pun juga bertujuan sebagai sarana pendidikan dan juga duta persahabatan antara Indonesia – Chile.

“Bali mempunyai keistimewaan sendiri bagi Indonesia, dan dunia harus ikut menjaga keistimewaan tersebut,” ucapnya. []