News

RI Belum Dapat Kepastian Penyelenggaraan Haji dari Saudi 

Namun demikian Menag memastikan pemerintah terus mengupayakan pembicaraan terkait hal tersebut dengan pihak kementerian Haji Arab Saudi


RI Belum Dapat Kepastian Penyelenggaraan Haji dari Saudi 
Deretan potret Menag Yaqut Cholil Qoumas di berbagai kegiatan (Instagram/gusyaqut)

AKURAT.CO - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa hingga Januari 2022 Indonesia belum mendapat kepastian dari pemerintah Arab terkait penyelenggaraan ibadah haji. 

"Kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H atau 2022 sebagaimana tahun-tahun lalu, sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi. Namun begitu kami terus berkoordinasi dan hasil koordinasi sampai saat ini, kepastian tentang ada atau tidaknya penyelengaraan ibadah haji tahun 1443 Hijriyah belum dapat diperoleh. Sebagaimana telah disampaikan pada rapat kerja sebelumnya," kata Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022). 

Dalam kesempatan tersebut, Menag mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan dari pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji. Namun demikian, pemerintah masih dan terus mengupayakan pembicaraan terkait hal tersebut dengan pihak kementerian Haji Arab Saudi. 

baca juga:

"Dalam rangka memperoleh kuota haji kami telah dan terus berkoordinasi dengan pemerintah arab saudi. Namun pemerintah arab saudi menyampaikan bahwa belum dapat melakukan pembicaraan terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H. Belum adanya pembicaraan ini bukan hanya kepada Indonesia namun juga kepada negara-negara lain yang menyelenggarakan ibadah haji," kata Menag. 

Menag juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap mempersiapkan diri untuk memberangkatkan jamaah haji sesuai dengan timeline. Hal tersebut dilakukan untuk bersiap jika pemerintah Arab Saudi membuka kuota pemberangkatan jamaah haji tahun ini. 

"Perkiraan pemberangkatan jamaah haji kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 dzulqo'dah atau bertepatan dengan 5 Juni 2022. Ini menunjukkan bahwa waktu yang tersisa hanya berkisar 4 bulan, sehingga berbagai persiapan harus segera kita lakukan," terang Yaqut. 

Adapun skema penyelenggaraan ibadah haji akan dilakukan dengan mengambil tiga opsi. Pertama kuota penuh, kuota penuh atas, dan tidak memberangkatkan jamaah haji sama sekali sebagaimana 2 tahun yang lalu. Namun, kata Yaqut, peemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh.

"Tentu kita semua berharap wabah ini segera berakhir sehingga penyelengaraan ibadah haji dapat berjalan normal seperti sebelum pandemi," terangnya. 

Adapun jamaah haji yang diberangkatkan jika kloter haji tahun ini dibuka, adalah jamaah haji yang berhak berangkat tahun 1441 Hijriyah atau tahun ini.