Ekonomi

Revitalisasi Pelabuhan Hingga Beli Kapal Baru, ASDP Alokasikan Capex Rp1,6 Triliun


Revitalisasi Pelabuhan Hingga Beli Kapal Baru, ASDP Alokasikan Capex Rp1,6 Triliun
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020) (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,6 triliun pada tahun ini.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan besaran capex tersebut akan digunakan untuk beberapa hal. Mulai dari membeli 11 kapal baru jenis Ro-Ro, revitalisasi pelabuhan hingga digitalisasi untuk pembelian tiket.

“Paling besar untuk penambahan armada," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (8/2/2020).

Ira menuturkan dalam 5 tahun kedepan, pihaknya memerlukan 54 kapal dengan kebutuhan dana Rp 1,8 triliun. Tetapi tahun ini ASDP baru akan membeli 11 armada baru. 

Namun demikian, Ira tak merinci lebih lanjut soal kebutuhan dana untuk pembelian 11 kapal baru tersebut. Ia hanya menyebut kapal-kapal baru itu akan dibeli baik dari penggalangan dalam negeri maupun luar negeri. 

Sementara untuk revitalisasi, ASDP bakal mempercantik beberapa pelabuhan yang dikelola diantaranya Pelabuhan Bakauheni, Ketapang, Kayangan dan Lembar. Proses revitalisasi akan berlangsung sekitar satu tahun. Terakhir, tahun ini ASDP juga akan melakukan digitalisasi untuk sistem pembelian tiket.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan angkutan kapal dan pengelola pelabuhan pelat merah ini hanya akan menjual tiket secara online mulai 1 Maret 2020 mendatang. Dengan demikian, ASDP tidak akan lagi menjual tiket manual di setiap pelabuhan. 

Program yang rencananya akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan itu akan dakukan lebih dulu di 4 pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Merak-Bakauheni maupun di Ketapang-Gilimanuk. Penumpang harus melakukan reservasi tiket terlebih dulu baik melalui website maupun offline di gerai Alfamart ataupun Kantor Pos.

Ira menjelaskan proses ini nantinya akan dilakukan secara bertahap sehingga 35 pelabuhan dengan 45 lintasan bisa menerapkan digitalisasi. Targetnya, proses digitalisasi akan selesai dalam waktu 1,5 tahun.

"1 Maret nanti dilaunching sama Menhub, jadi engga ada orang go show. Nanti akan ada pelabuhan. Karena semua online. No Go Show dan very eazy. Jadi kita bikin reservasi online," tandas Ira.[]