Ekonomi

Retrukturisasi Kredit Bank Mandiri Capai Rp96,5 Triliun Per Juni 2021

Bank Mandiri menyebut restrukturisasi kredit kepada 439.629 debitur dengan total baki debet sebesar Rp96,5 triliun per Juni 2021.


Retrukturisasi Kredit Bank Mandiri Capai Rp96,5 Triliun Per Juni 2021
Nasabah melakukan transaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (19/7/2018). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri (Persero) Ahmad Siddik Badruddin menyatakan pihaknya telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 439.629 debitur dengan total baki debet sebesar Rp96,5 triliun per Juni 2021.

Ia menuturkan bahwa restrukturisasi tersebut meliputi debitur UMKM sebanyak 270.806 debitur atau 62% dengan baki debet Rp25,5 triliun dan debitur non-UMKM sebanyak 168.823 debitur atau 38% dari total debitur dengan baki debet Rp71 triliun.

“Bank Mandiri telah melakukan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak pandemi Covid-19 dan kita telah memberikan support ke lebih dari 439 ribu debitur,” katanya, Kamis (29/7/2021).

Ahmad juga menyebutkan terdapat beberapa sektor produktif terbesar yang masuk dalam program restrukturisasi kredit ini yang meliputi sektor jasa konstruksi infrastruktur sebesar Rp21,1 triliun serta hotel, restoran, dan akomodasi sebesar Rp7 triliun.

Kemudian jasa transportasi Rp6,1 triliun, energi dan air Rp6 triliun, serta perdagangan eceran makanan, minuman dan rokok Rp5,3 triliun.

Selain itu, Bank Mandiri turut melaksanakan program pemerintah berupa bantuan sosial (bansos) secara nasional untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.

Bank Mandiri melibatkan agen bank untuk meneruskan bantuan tersebut kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total bansos mencapai Rp6,61 triliun kepada 5,9 juta KPM hingga Juni 2021.

Penyaluran itu dilakukan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Rp2,72 triliun kepada 2,2 juta KPM serta program Sembako Rp3,89 triliun kepada 3,7 juta KPM dengan melibatkan lebih dari 149 ribu agen Bank Mandiri.

Sebelumnya diberitakan, bank berkode emitem BMRI itu mencatatkan pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 16,4% (yoy) menjadi Rp1.014,3 triliun dari periode sama sebelumnya yang hanya Rp871,7 triliun.