News

Restoran di Taipei Dihamburi Ribuan Kecoak oleh Geng Preman, Diduga karena Sengketa Utang

Dua pria bermasker melepaskan lebih dari 1.000 kecoak di restoran G House Taipei.


Restoran di Taipei Dihamburi Ribuan Kecoak oleh Geng Preman, Diduga karena Sengketa Utang
Ribuan kecoak merayap di lantai G House Taipei akibat ulah sebuah geng preman. (Foto: Oddity Central)

AKURAT.CO, Para pelanggan di sebuah restoran Taipei, Taiwan, baru-baru ini terkejut melihat kecoak merayap di mana-mana. Rupanya ada 2 pria bermasker melepaskan ribuan serangga ini di sana.

Dilansir dari Oddity Central, 2 pria bermasker mendatangi restoran G House Taipei pada Selasa (4/5). Mereka membawa tas besar berisi lebih dari 1.000 kecoak, lalu melepaskannya di meja resepsionis lantai 2 tempat tersebut. Kemudian, keduanya melarikan diri dari tempat kejadian.

 

Kecoak pun mulai merangkak berhamburan di lantai, dinding, dan furnitur restoran. Sontak para pelanggan yang sedang menikmati makanan menyadari keberadaan serangga tersebut. Di antara pengunjung itu, terdapat para polisi dari Departemen Kepolisian Taipei yang tengah menghadiri jamuan makan di sana. Mereka langsung membentuk satuan tugas untuk menangkap para pelaku.

Jamuan itu juga dihadiri Komisaris Departemen Kepolisian Taipei Chen Jia-chang dan Komisaris Departemen Kepolisian Taipei Baru Huang Tsung-jen. Jadi, awalnya serangan kecoak itu diduga ditujukan untuk penegak hukum. Namun, penyelidikan polisi tak menemukan bukti yang menguatkan dugaan ini. Sebaliknya, serangan itu diyakini hanyalah konsekuensi tak lazim akibat sengketa utang antara pemilik restoran dan preman lokal.

Oddity Central

Ada 5 tersangka yang terindentifikasi dalam kasus ini, yaitu 2 pria bermasker yang melepaskan kecoak, 2 pengintai di luar, dan seorang sopir untuk melarikan diri. Mereka adalah anggota Bamboo Union, sebuah jaringan kejahatan terorganisir yang diduga dimiliki oleh pemilik restoran. Setelah ancaman mereka tak direspons, para preman ini tampaknya memutuskan untuk menghancurkan bisnis pria itu.

Komisaris Chen pun tinggal di Distrik Zhongsan sepanjang malam demi mengawasi sendiri penyelidikan tersebut. Ia mengatakan kalau serangga tersebut tampaknya adalah kecoak Turkistan yang dibeli dari sebuah toko di Taipei yang menjual perlengkapan akuarium. Serangga ini biasanya digunakan untuk memberi makan ikan di akuarium dan dapat dibeli di toko ikan atau secara daring.

Polisi pun berjanji untuk melacak orang yang memerintahkan penyerangan dan orang lainnya yang terlibat kasus tersebut. Ia menambahkan kalau mereka menganggapnya sebagai tindakan kekerasan, serupa dengan menyerang orang dengan cat.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co