Rahmah

Respon Perusakan Masjid Ahmadiyah, Begini Pandangan Al-Qur'an

Islam melarang umat beragama merusak tempat ibadah agama apapun


Respon Perusakan Masjid Ahmadiyah, Begini Pandangan Al-Qur'an
Masjid Ahmadiyah Sintang (Istimewa)

AKURAT.CO Perusakan Masjid Miftahul Huda, milik Ahmadiyah, di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dikecam oleh berbagai pihak. Pasalnya, perbuatan itu merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan.

Dilansir melalui website resmi Kementerian Agama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengomentari kejadian tersebut, bahwa tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum.

Bagaimana Al-Qur'an merespon peristiwa yang cukup memilukan ini? Adakah Al-Qur'an membolehkan tempat-tempat ibadah umat beragama untuk dirusak? 

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 40, sebagai berikut:

اۨلَّذِيۡنَ اُخۡرِجُوۡا مِنۡ دِيَارِهِمۡ بِغَيۡرِ حَقٍّ اِلَّاۤ اَنۡ يَّقُوۡلُوۡا رَبُّنَا اللّٰهُ‌ ؕ وَلَوۡلَا دَ فۡعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعۡضَهُمۡ بِبَـعۡضٍ لَّهُدِّمَتۡ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذۡكَرُ فِيۡهَا اسۡمُ اللّٰهِ كَثِيۡرًا‌ ؕ وَلَيَنۡصُرَنَّ اللّٰهُ مَنۡ يَّنۡصُرُهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِىٌّ عَزِيۡزٌ

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, "Tuhan kami ialah Allah." Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) seba-gian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-mas-jid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan meno-long orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Ma-haperkasa."

Ayat ini memberi isyarat yang kuat bahwa Allah mengentikan langkah-langkah orang yang ganas, membuat kerusakan di muka bumi. Mereka jika dibiarkan, bisa sangat mungkin merusak tempat-tempat ibadah para pemeluk agama, padahal di dalamnya disebut nama-nama Allah.

Abdurrahman Assa'di menyebut, ayat di atas mengomentari keganasan orang kafir, mereka melakukan kekerasan kepada orang-orang muslim. Bila saja Allah membiarkan, niscara tempat-tempat ibadah milik orang Nasrani, Yahudi, bahkan Muslim, maka akan dirusak, dirobohkan.

Assa'di bahkan menyebut, masjid-masjid di Eropa dengan tiadanya orang-orang yang ganas itu bisa tegak dengan aman. Sementara di negeri di mana ada orang-orang yang ganas, masjid-masjid, atau bahkan tempat ibadah umat lain bisa saja akan dirobohkan. Itu karena keganasan dan sikap tidak mau bertanggung jawabnya.

Secara tidak langsung, melalui ayat Al-Qur'an ini, Allah melarang siapapun, dari umat agama apapun, untuk merusak tempat-tempat ibadah. Tak hanya tempat ibadah kaum non Muslim, tetapi juga tempat ibadah orang Islam. Sebab, di dalam tempat ibadah itu disebut nama-nama Allah. Dijadikan tempat untuk salat dan permohonan manusia kepada Rabb-nya. Wallahu A'lam.[]