Rahmah

Respon Al-Qur'an Terhadap Ekstrimisme Beragama

Termasuk ekstrim dalam beragama menganggap Pancasila sebagai taghut


Respon Al-Qur'an Terhadap Ekstrimisme Beragama
Ilustrasi Terorisme (Istimewa)

AKURAT.CO Tidak lama viral informasi adanya pelarangan buku-buku yang ditulis kelompok Ikhwanul Muslimin dan Salafi masuk ke Mesir. Kita tahu, Mesir adalah negara dengan ribuan ulama masyhur di dunia. Negara ini dikenal sebagai negara yang memiliki Universitas tertua di dunia, yaitu Universitas Al-Azhar Kairo.

Islam melarang umatnya untuk beragama dan bertindak dalam meyakini suatu keyakinan secara ekstrim. Yang dimaksud dengan ekstrim di sini adalah berlebihan dalam beragama, yang dapat menimbulkan ketegangan antar pemeluk agama yang lain.

Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Al-Qur'an, QS. An-Nisa Ayat 171, sebagai berikut:

يٰۤـاَهۡلَ الۡكِتٰبِ لَا تَغۡلُوۡا فِىۡ دِيۡـنِكُمۡ وَلَا تَقُوۡلُوۡا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الۡحَـقَّ‌ ؕ اِنَّمَا الۡمَسِيۡحُ عِيۡسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ رَسُوۡلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗ‌ ۚ اَ لۡقٰٮهَاۤ اِلٰى مَرۡيَمَ وَرُوۡحٌ مِّنۡهُ‌ فَاٰمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ‌ ‌ۚ وَلَا تَقُوۡلُوۡا ثَلٰثَةٌ‌ ؕ اِنْتَهُوۡا خَيۡرًا لَّـكُمۡ‌ ؕ اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ‌ ؕ سُبۡحٰنَهٗۤ اَنۡ يَّكُوۡنَ لَهٗ وَلَدٌ‌ ۘ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيۡلًا

Artinya: "Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung".

Ayat di atas secara jelas menyatakan bahwa Islam melarang manusia untuk beragama secara berlebihan. Agama tidak membenarkan umatnya untuk melampaui batas dalam mengamalkan ajarannya.

Disebutkan dalam kitab Tafsir Zubdah At-Tafasir, maksud melewati batas ialah beragama dengan berlebih-lebihan atau kelalaian, dan yang termasuk berlebih-lebihan adalah orang-orang Nasrani yang menjadikan Nabi Isa sebagai tuhan, dan termasuk kelalaian adalah orang-orang Yahudi yang menjadikan Nabi Isa tidak dalam jalan yang benar.

Dalam konteks ekstrimisme beragama, Yusuf Qardhawi menyebut, termasuk ekstrimisme beragama adalah menganggap hal-hal yang sunah sebagai kewajiban, melakukan jihad dengan kekerasan, dan menghukumi orang lain yang tidak mengikuti keyakinan agamanya sebagai kafir.

Sementara itu Imam Assa'di menyebut, Allah melarang umat manusia berlebih-lebihan dalam beragama, melampaui batasan-batasan yang sudah Allah tentukan dalam syariat-Nya. Maka sejalan dengan apa yang disampaikan beliau, hendaknya umat Islam tidak melampaui batas dalam beragama. Yang wajib tetap dianggap wajib. Yang sunnah dianggap sunnah, semuanya sesuai dengan koridor hukumnya.

Seringkali, kelompok ekstrimis dalam beragama, beranggapan bahwa hal-hal sunah (bahkan mubah) sebagai kewajiban. Seperti misalnya, mendirikan negara Islam, dianggap sebagai kewajiban, ideologi Pancasila dan UUD, diklaim sebagai hukum taghut, hanya karena tidak ada di dalam Al-Qur'an, dan lain-lainnya.

Tindakan ekstrim dalam beragama betapapun dikecam oleh Al-Qur'an. Allah melarang makhluknya beragama secara berlebihan, termasuk melarang mengikuti kelompok-kelompok yang ekstrim dalam beragama. Wallahu A'lam.[]