Ekonomi

Respon Aktivis 98 Soal Produksi Invermectin yang Disoroti ICW

Joanina dinilai ICW berperan memperkenalkan ivermectin. Putri bungsu Moeldoko dianggap punya kedekatan dengan salah satu pejabat PT Harsen


Respon Aktivis 98 Soal Produksi Invermectin yang Disoroti ICW
Pekerja mengemas obat COVID-19 di salah satu gerai ekspedisi pengiriman barang di Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta, Sabtu (17/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Perkumpulan aktivis 98 yang tergabung dalam Barikade 98 dan Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) menyoroti Indonesia Coruption Watch (IWC) dan memberikan dukungan moral kepada Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. 

Ini terkait tuduhan ICW yang menyatakan dugaan bahwa putri Moeldoko, Joanina Novinda Rachma, terlibat dalam bisnis obat terapi Covid-19, Ivermectin.

Dukungan diberikan karena Moeldoko dinilai fokus dalam membantu penanganan covid-19, sehingga tidak mungkin mengambil keuntungan dalam hal ini.

Pasalnya, Joanina dinilai ICW berperan memperkenalkan ivermectin. Putri bungsu Moeldoko dianggap punya kedekatan dengan salah satu pejabat PT Harsen selaku produsen ivermectin. ICW menyebut Joanina punya hubungan bisnis dengan Sofia Koswara, yang berperan membantu PT Harsen dalam memperkenalkan Invermectin ke publik. 

Hal itu langsung disoroti para aktivis 98 yang menilai tudingan ICW tak beralasan. Dan bahkan menurut mereka tuduhan tersebut bisa menggagalkan program penanganan Covid-19 yang selama ini dikebut pemerintah terutama oleh Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Presiden. 

Ketua Barikade 98 Jawa Barat, Budi Hermansyah, mengatakan, tuduhan tersebut tidak mendasar, karena Moeldoko juga telah membantahnya.

"Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah tudingan yang disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait kedekatan dengan PT Harsen, produsen obat Ivermectin. Moeldoko menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar," kata Budi dalam keterangannya yang Akurat.co terima, Minggu (25/7/2021).

Sementara Abdul Salam Nur Ahmad, Sekjen PPJNA 98, mempertanyakan motif tuduhan ICW tersebut. 

"Ada motif dan tujuan apa ICW menyerang Moeldoko yang tengah bekerja berjuang memperkuat langkah kebijakan Presiden Jokowi menangani pandemi Covid-19," ucapnya.