News

Resign Usai Beberapa Jam Menjabat, Magdalena Andersson Kembali Diangkat Jadi PM Swedia

Magdalena Andersson adalah PM wanita pertama di Swedia dan resign sekitar tujuh jam setelah dipilih sebagai pemimpin.

Resign Usai Beberapa Jam Menjabat, Magdalena Andersson Kembali Diangkat Jadi PM Swedia
Magdalena Andersson disambut tepukan oleh beberapa anggota parlemen di Riksdag ketika hasil pemungutan suara dikonfirmasi (Reuters via BBC)

AKURAT.CO Magdalena Andersson dilaporkan kembali terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Swedia usai mengundurkan diri pekan lalu. Andersson adalah PM wanita pertama di Swedia dan resign sekitar tujuh jam setelah dipilih sebagai pemimpin. Saat itu, Andersson mundur usai koalisinya pecah karena masalah proposal anggaran yang gagal disahkan.  

Dilansir dari BBC, Andersson kembali menempati jabatan puncak setelah menang tipis dalam pemungutan suara parlemen yang diselanggarakan pada Senin (29/11).

Dalam pemungutan suara itu, 101 dari 349 anggota Riksdag (parlemen Swedia) memilih untuk mendukung Andersson. Sebanyak 75 anggota memilih untuk abstain, dan 173 lainnya memilih tidak.

baca juga:

Seperti diwartakan Euro News, jika Andersson mendapatkan dua suara lagi untuk menentangnya, atau ia memperoleh penolakan dengan persentase lebih dari setengah jumlah anggota, maka bisa dipastikan ia akan kalah. 

Pada konferensi pers setelah pemungutan suara, Andersson mengatakan siap untuk 'membawa Swedia maju' dengan program yang berfokus pada kesejahteraan, perubahan iklim, dan pemberantasan kejahatan.

Namun, tanpa dukungan dari partai lain, Andersson akan berjuang keras untuk meloloskan undang-undang di parlemen. Diketahui, Partai Sosial Demokrat yang dipimpin Andersson, hanya memegang 100 dari 349 kursi di parlemen. Sementara pada pekan lalu, mitra koalisinya, Partai Hijau, telah mundur dari pemerintahan karena masalah proposal anggaran.

Andersson diumumkan sebagai PM pada Rabu (24/11), tetapi beberapa jam setelah terpilih, pemerintahan yang dibentuknya menjadi kacau. Saat itu, proposal anggaran Andersson dikalahkan oleh kelompok oposisinya, termasuk Partai Demokrat Swedia sayap kanan. Keputusan itu lantas membuat Partai Hijau mundur dan pemerintahan Andersson dengan cepat digulingkan.

Ketua Riksdag, Andreas Norlen, mengaku menyesal atas apa yang terjadi pada hari Rabu itu. Kemudian setelah jajak pendapat, para pemimpin partai kembali sepakat untuk melakukan pemungutan suara lain di mana mereka akhirnya memilih Andersson sebagai PM.

Tiga partai yang membawa Andersson ke tampuk kekuasaan juga sebelumnya telah mengindikasikan bahwa mereka mendukungnya untuk menjadi PM. 

Dengan pemungutan suara Senin, ekonom berusia 54 tahun itu diperkirakan akan dilantik sebagai kepala pemerintahan dan resmi menggantikan pendahulunya, Stefan Lofven. Andersson akan membentuk pemerintahan minoritas satu partai yang terdiri dari Partai Sosial Demokrat.

Kendati demikian, Andersson masih harus menerapkan anggaran yang disusun oleh beberapa saingan sayap kanannya. Ditambah lagi, dia harus memerintah minoritas yang rapuh tanpa dukungan formal dari Partai Hijau, yang telah menjadi mitra koalisi penting sejak tahun 2014.

Setelah terbentuk, pemerintahan baru Andersson akan tetap berlaku sampai pemilihan umum, yang akan berlangsung pada September tahun depan. Sampai saat itu, dia punya lebih dari sembilan bulan untuk membuktikan dirinya kepada publik.[]