Ekonomi

Resesi Global Semakin Mengancam, Bisnis Telekomunikasi Jangan Hanya Diam

Resesi Global Semakin Mengancam, Bisnis Telekomunikasi Jangan Hanya Diam
Selular Digital Telco outlook Hadirkan para pemimpin perusahaan Bisnis Untuk meberikan bocoran inovasi Hadapi Resesi 2023, Selasa (06/12/2022). (AKURAT/ Alwi Aliffudin )

AKURAT.CO Sejumlah bisnis, termasuk bisnis telekomunikasi, harus waspada. Ancaman resesi global tahun depan mau tidak mau membuat pelaku bisnis telekomunikasi menyiapkan strategi dan inovasi agar tetap bertahan.

CEO Selular Media Network, Uday Rayana mengatakan, banyak gagasan yang menarik dari para pemimpin industri untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2023. Pemikiran-pemikiran tersebut membuahkan inovasi dari beragam industri untuk tetap kuat meski adanya badai resesi global.

"Digital Telco Outlook 2023 menampilkan beragam presentasi yang menggugah pemikiran dari para pemimpin industri. Para pemimpin industri ini akan berbagi pengalaman tentang upaya transformasi dan kolaborasi, menggarap new business sesuai dengan ekosistem digital yang berkembang saat ini," ujar Rayana dalam acara Selular Digital Telco Outlook (SDTO) 2023, Selasa (6/12/2022).

baca juga:

VP Marketing Management Telkom Indonesia, E Kurniawan menyampaikan, Telkom melakukan sejumlah inovasi. Hal ini sejalan dengan harapan Menteri BUMN Erick Thohir.

Pria yang akrab disapa Iwan ini mengatakan, IndiHome sebagai layanan internet rumah berjangkauan luas ingin memberikan experience kepada pelanggannya. Sebab hanya dengan harga mulai dari Rp200 ribuan, pelanggan sudah bisa menikmati paket internet dengan kecepatan tinggi dan mendapatkan banyak benefit ekstra di dalamnya.

"IndiHome memberikan banyak varian paket sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan harga terjangkau dan dengan koneksi cepat. Paket yang ditawarkan sangat beragam dengan banyak benefit menarik di dalamnya seperti tayangan Disney+ Hotstar dan lain sebagainya," jelas iwan.

Sementara itu, Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper, memprediksi akan ada 1 miliar pelanggan 5G secara global pada tahun 2023. Bahkan setidaknya 53 persen konsumen berniat untuk mendaftar berlangganan 5G pada tahun depan.  

"Berdasarkan Ericsson Mobility Report, ada hampir setengah dari pengguna di negara ini sudah memiliki perangkat berkemampuan 5G yang laporan memperkirakan 32 juta pengguna lainnya akan mendaftar berlangganan 5G pada tahun 2023. Selain itu, pengguna potensial 5G melihat jangkauan jaringan lebih penting daripada kecepatan," ujar Jerry.

Jerry menambahkan, kesempatan bagi operator berinvestasi dalam memperluas jaringan 5G di Indonesia akan terus berlanjut di 2023. "Apalagi tahun depan lelang untuk frekuensi akan makin besar pasca pemberlakuan Analog Switch Off," sambungnya.

Pada acara Selular Digital Telco Outlook (SDTO) 2023 ini dihadiri oleh 7 orang pemimpin dari perusahaannya masing-masing, yakni CEO Smartfren Business yakni Alim Gunadi, VP Marketing Management Telkom Indonesia yakni E. Kurniawan, Director & VP Network Solutions of Ericsson Indonesia yakni Jerry Soper, CEO Eranyacloud yakni Shanee Harjani, CEO Indodax yakni Oscar Darmawan, Country Head Lionsgate Play Indonesia yakni Guntur Siboro, CEO Surge yakni Hermansjah Haryono dan CEO Selular Media Network yakni Uday Rayana. []