News

Rencana PTM Terbatas, Kemenag: Pertemuan Guru dan Siswa itu Esensial

Ahmad memandang pandemi mendorong para guru semakin mengembangkan kompetensinya.


Rencana PTM Terbatas, Kemenag: Pertemuan Guru dan Siswa itu Esensial
Seorang siswi memakai cairan pembersih tangan saat uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Ahmad Hidayatullah mengatakan bahwa di dalam interaksi proses pembelajaran, adanya pertemuan guru dengan siswa merupakan suatu hal yang sangat penting atau esensial. 

"Selain karena sudah lama, di dalam kesempurnaan interaksi pembelajaran yang dilakukan selama pandemi, kita tidak bisa meninggalkan pertemuan langsung antara guru dengan siswa,” kata Ahmad secara virtual sebagaimana dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (19/6/2021).

Ahmad memandang pandemi mendorong para guru semakin mengembangkan kompetensinya, termasuk dalam menciptakan pembelajaran berbaur yang sesuai. Apalagi dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Kata dia, Kemenag terus mendorong agar para guru untuk tidak takut melakukan kesalahan, asalkan terus berusaha untuk menjadi lebih baik.

"Kita dorong guru-guru untuk selalu berikhtiar, tidak perlu takut salah. Jadi kalau kurang nggak perlu takut, jadi kita lakukan evaluasi, lakukan continuous improvement, sehingga hasilnya akan lebih baik,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Danang Hidayatullah menyampaikan bahwa saat ini sedang mengalami masa yang disebut sebagai sense of urgency. Masa di mana menghadapi perubahan karena keterdesakan.

"Dan sekarang kita mau mencoba lagi untuk memulai ke fase selanjutnya yaitu PTM terbatas. Kalau kemarin-kemarin pembelajaran dilakukan daring secara penuh, tetapi sekarang sudah bisa PTM terbatas, dan panduan yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek ini sangat membantu guru-guru, sekolah, dan para pendidik secara umum,” kata Danang.

Ia juga mengungkapkan bahwa dibukanya opsi PTM terbatas dengan syarat tertentu disambut baik oleh teman-teman guru.

Menurutnya, sejauh ini sosialisasi buku panduan yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek dan Kemenag itu sudah banyak dilakukan, baik melalui media sosial maupun media daring dan luring.