Ekonomi

Rencana Pajak Sembako dan Pendidikan Ternyata Terus Berlanjut

Ini sebagai bagian dari revisi Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan


Rencana Pajak Sembako dan Pendidikan Ternyata Terus Berlanjut
Pedagang melayani pembeli di balik tirai plastik di Pasar Bandeng, Kota Tangerang, Banten, Selasa (12/6/2020). Pengelola Pasar Bandeng mewajibkan pedagang untuk memasang tirai plastik sebagai antisipasi penyebaran COVID-19. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menegaskan rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sembako dan jasa pendidikan masih akan dibahas bersama DPR RI.

Ini sebagai bagian dari revisi Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

“Rencana ini akan dibahas lebih lanjut bersama DPR dan tentunya akan mendengarkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan,” demikian keterangan resmi DJP Kemenkeu di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Kemenkeu menyebutkan masukan pemangku kepentingan berperan agar tercipta kebijakan yang lebih baik dan adil dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan serta gotong-royong.

Kemudian, kebijakan ini disusun sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kontribusi kelompok yang mampu dengan kompensasi dan subsidi yang lebih tepat sasaran.

Kemenkeu menjelaskan poin-poin penting usulan perubahan RUU KUP di antaranya adalah pengurangan berbagai fasilitas PPN karena dinilai tidak tepat sasaran dan untuk mengurangi distorsi dan penerapan multitarif.

Penerapan multitarif dilakukan dengan mengenakan tarif PPN yang lebih rendah daripada tarif umum misalnya atas barang-barang yang dikonsumsi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Sementara untuk tarif PPN yang lebih tinggi daripada tarif umum untuk barang-barang yang tergolong mewah yang dikonsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi.

“Bahkan untuk jenis barang tertentu akan dikenai PPN Final untuk tujuan kesederhanaan dan kemudahan,” tulisnya.