News

Relawan Jokowi Apresiasi Kinerja Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Galang Kemajuan (GK) Center salut Moeldoko siap berantas paham-paham radikal.


Relawan Jokowi Apresiasi Kinerja Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Galang Kemajuan (GK) Center, Diddy Budiono menilai Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko telah memberikan peran signifikan bagi tata kelola pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi. GK Centre merupakan organ relawan Jokowi. 

Diddy mengatakan, Moeldoko tidak hanya senantiasa terbuka untuk ‘pasang badan’ sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga tanpa ragu memposisikan diri sebagai benteng negara terhadap radikalisme.

“Beliau tak pernah ragu untuk selalu berada di depan melawan setiap upaya pihak-pihak yang bermaksud untuk merongrong NKRI, juga selalu pasang badan membentengi negara dari paham radikalisme yang marak dalam beberapa tahun ini,” kata Diddy Budiono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/4/2021).

Selain itu, Diddy salut dengan Moeldoko karena membuat pernyataan tegas siap untuk melibas, bahkan menghancurkan paham-paham radikal yang diusung berbagai kalangan yang patut diragukan kesetiaannya kepada NKRI.   

“Itu bedanya Pak Moeldoko dengan banyak pejabat pemerintah lain yang kadang terlihat setengah hati dalam pemberantasan paham radikal itu,” ujar Diddy Budiono.

Diddy juga menegaskan peran strategis yang dimainkan Moeldoko selama ini dalam menyelesaikan masalah lintas Kementerian/Lembaga. “Dengan pengalaman kepemimpinan beliau sebagai mantan Panglima TNI, beragam persoalan rumit dan berbelit penuh kepentingan dan ego sectoral tersebut bila diselesaikan,” kata Diddy. 

Diddy Budiono mencontohkan kiprah mutakhir Moeldoko dengan mengkoordinasi setidaknya lima lembaga yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak asasi manusia (HAM), yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Ombudsman RI.

Atas prakarsa Presiden Joko Widodo, kelima lembaga tersebut kini bernaung saling memperkuat penegakan HAM di Indonesia dalam  Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP).

“Sekaligus dalam hal ini GK Centre juga mengapresiasi penuh inisiatif Bapak Jokowi yang telah memunculkan ide luhur yang memungkinkan terbangunnya KuPP. Dengan KuPP, penegakan HAM di Indonesia akan lebih terjaga lagi,” kata dia. 

Sebagaimana diketahui, dalam upaya koordinasi lima lembaga penegakan HAM tersebut Moeldoko menekankan arahan Presiden memperkuat perlindungan warga negara dari kekerasan melalui dukungan lima lembaga negara tersebut. Mengutip arahan Presiden kepada dirinya, Moeldoko menyatakan bahwa konsep perlindungan inklusif dan paripurna tersebut dalam rangka memperkuat tidak hanya kehadiran pemerintah, tetapi juga kehadiran negara dalam perlindungan warga negara.

“Presiden Jokowi menegaskan, kehadiran negara dalam perlindungan warganya ini merupakan amanat konstitusi yang menjadi prioritas Presiden Jokowi. Presiden mengatakan, setiap warga negara, dengan apa pun latar belakangnya, harus mendapatkan perlindungan berdasarkan hak-hak yang melekat pada dirinya,” kata Moeldoko mengulang arahan Presiden.

Saat itu Moeldoko juga menyampaikan harapan Presiden Jokowi agar lembaga-lembaga negara independen ini dapat memperkuat reputasinya sehingga dapat menjadi model dan rujukan kinerja HAM dan kinerja tata kelola atau governance baik di kawasan ASEAN, antarkawasan seperti OKI, bahkan tingkat internasional. Dengan demikian, lembaga-lembaga tersebut dapat memperkuat modalitas Indonesia menjadi negara Unggul pada 2045.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu