News

Relawan Anies Sebut Tuduhan Jubir PSI Fitnah yang Bisa Jadi Malapetaka

Tuduhan Jubir PSI bahwa Anies membagi-bagikan kaos disebut Zecky Alatas telah menebar fitnah ke masyarakat. 


Relawan Anies Sebut Tuduhan Jubir PSI Fitnah yang Bisa Jadi Malapetaka
Relawan Anies Baswedan (Dok. humas relawan ANIES)

AKURAT.CO, Tuduhan Juru Bicara PSI Sigit Widodo kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kaos bertulis "Anies Baswedan Presiden Indonesia Sejahtera" yang digunakan pemudik di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur disorot sinis relawan Anies.

Ketua Umum Barikade 08 Zecky Alatas mengatakan, sejatinya, PSI tak perlu mempersoalkan pemudik yang menggunakan baju yang disukainya. Tuduhan Jubir PSI bahwa Anies membagi-bagikan kaos itu disebut Zecky Alatas telah menebar fitnah ke masyarakat. 

"Janganlah dipermasalahkan soal kaos Anies presiden dan Calon Presiden. Siapapun juga bisa bikin kaos seperti itu. Bikin juga dong punya PSI, pendukung Anies nggak akan meributkan itu," ujar Zecky Alatas saat dihubungi, Sabtu (30/4/2022).

baca juga:

Seperti diketahui, tuduhan Jubir PSI itu diketahui dari unggahannya di akun Twitternya @sigitwid. Sigit Widodo menyebut Gubernur Anies Baswedan membagikan kaos kepada pemudik di Terminal Pulogebang. 

"Sekarang malah beredar video Pak @aniesbaswedan membagi-bagikan kaosnya kepada para pemudik dengan menggunakan baju seragam gubernur," cuitannya di akun @sigitwid.

Tak hanya itu, Sigit menuding jika Anies menyalahgunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI untuk kepentingan politik pribadinya.

"Itu kegiatan Pemprov @DKIJakarta yang menggunakan uang rakyat Rp13,7 miliar dana ," katanya. 

Atas twetnya itu, Zecky meminta Sigit serta PSI agar tidak membuat pernyataan miring dan menggiring opini sesat kepada masyarakat DKI Jakarta. Dia mengingatkan bahwa tuduhan itu telah menimbulkan fitnah terhadap Anies yang digulirkan ke masyarakat. 

"Untuk PSI, saudara Sigit. Jangan kirim kabar tak pasti. Bila itu tidak terbukti maka itu membuat resah menjadi fitnah, dan malapetaka," kata Zecky Alatas.