News

Relawan ANIES Pertanyakan Kontribusi Grace Natalie Sejak Mahasiswa Sampai Kini

Koordinator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basyir merespons alasan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie yang menuding Anies Baswedan intoleran.


Relawan ANIES Pertanyakan Kontribusi Grace Natalie Sejak Mahasiswa Sampai Kini
Relawan yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) menggelar deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2024 di Gedung Joeang 45, Jakarta, Rabu (20/10/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Koordinator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basyir merespons alasan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie yang menuding Anies Baswedan intoleran. Alasan itu disebut Grace jadi dasar sikap partai mereka tidak mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada 2024 mendatang. 

La Ode Basyir membantah tuduhan Grave Natalie. Dia mengungkapkan bahwa Anies Baswedan punya track record panjang terkait upaya demokratisasi di Indonesia sejak ia remaja dan mahasiswa. Bahkan ia terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. 

"Sekarang Grace mahasiswanya dimana dulu, pernah jadi apa dia zaman mahasiswa. Pernah punya ide dan gagasan apa, pernah punya gerakan apa dia selama menjadi mahasiswa," ujarnya, Minggu (26/6/2022). 

baca juga:

Kini, prestasi Grace Natalie juga dia dipertanyakan. Kata La Ode, saat Grace menjadi elite dan pimpinan partai PSI, Grace juga tak menunjukan kontribusinya bagi bangsa Indonesia. 

"Saat ini sebagai ketua partai sebagai pimpinan partai apa produknya dibanding dengan Mas Anies yang sangat jelas. Tunjukkan kepada kami, kepada kita semua mana kebijakan Mas Anies selama menjadi gubernur mana karya Mas Anies selama menjadi gubernur yang intoleran. Kan tidak ada," ujarnya. 

Justru, kata dia, Anies menunjukan kebijakan yang egaliter terhadap semua kelompok masyarakat di Jakarta. Hal itu bisa dilihat salah satunya dari kebijakan bantuan untuk semua rumah ibadah di Jakarta. 

"Justru kebalikannya, Mas Anies membuat kebijakan yang toleran pada semua umat beragama. Semua rumah ibadah di Jakarta diberikan bantuan," ujarnya. 

Dia mengungkapkan bahwa Grace hanya ingin membentuk dan menggiring opini publik dengan melabelkan stigma negatif kepada Anies Baswedan. Grace, kata dia, hanya bagian dari kelompok yang memproduksi isu negatif kepada Anies Baswedan. Sayangnya, kata dia, masyarakat Indonesia sudah melek politik sehingga tak bisa digiring melalui kampanye negatif. 

"Lagi-lagi itu hanya mau menggiring opini melabelkan terus diproduksi ini menjadi narasi. Narasi mereka itu hanya tiga selalu radikal, intoleran, anti Pancasila. Tiga poin ini diproduksi lalu dituduhkan kepada Mas Anis, di framing sedemikian rupa," ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, Grace Natalie menanggapi beredarnya spanduk berisi dukungan terhadap duet Anies Baswedan da Grace Natalie sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 2024 mendatang. 

"sudah sangat jelas bahwa PSI tidak akan mendukung Mas Anies di Pilpres 2024. Kami memeluk teguh prinsip antiintoleransi dan antikorupsi. Maka, tak mungkin kami mendukung kandidat yang bermasalah dalam dua atau salah satu prinsip tersebut," kata Grace Natalie dalam keterangan pers tertulis (19/6/2022).