News

Rektor Universitas Esa Unggul Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan, Namun Berkasnya Belum Diserahkan ke Kejaksaan


Rektor Universitas Esa Unggul Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan, Namun Berkasnya Belum Diserahkan ke Kejaksaan
Panji Agus Prabowo bersama Guntur Sibuea selaku Kuasa hukum Abdul Gafur Tengku Idris saat mendatangi Bareskrim Polri, Rabu (13/5/2020). (AKURAT.CO/Ridwansyah)

AKURAT.CO, Panji Agus Prabowo bersama Guntur Sibuea selaku Kuasa hukum Abdul Gafur Tengku Idris mendatangi Bareskrim Polri, Rabu (13/5/2020).

Kedatangan Kuasa hukum dari mantan pejabat era pemerintahan Soeharto ini untuk mempertanyakan kelanjutan kasus penggelapan dengan tersangka Arief Kusuma Among Praja yang diduga merupakan pemilik Universitas Esa Unggul.

Kepada AKURAT.CO, Panji mengatakan, sebenarnya tidak Ada yang salah dengan proses hukum ini. Namun Ada sesuatu yang janggal yakni, Arief Kusuma sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2019.

Namun hingga kini berkasnya belum juga dilimpahkan ke kejaksaan, malahan di lakukan gelar perkara khusus ke dua di wasidik ini ada apa ?

"Jika sudah menyandang status tersangka, tunggu apa lagi, kenapa tidak segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk selanjutnya disidangkan," ujar Panji.

Lebih lanjut Panji mengatakan hal ini tentu menjadi preseden buruk bagi citra kepolisian jika memang ada sesuatu sehingga berkas yang harus nya dikirim ke Kejaksaan, namun malah didiamkan saja.

"Kita apresiasi kinerja penyidik, namun kita pertanyakan kenapa berkasnya belum dilimpahkan tentu ini ranah pimpinan," ujar Panji.

Sementara itu Guntur Sibuea menjelaskan kasus ini bermula saat Abdul Gafur Tengku Idris (AGT), mantan menteri Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode Tahun 1978-1988 ini hendak maju sebagai, Gubernur Maluku Utara pada tahun 2000.

Untuk Dana operasional kampanye, Abdul Gafur Tengku Idris memberikan empat sertifikat tanah, dua atas nama Abdul Gafur Tengku Idris dan dua lagi atas nama istrinya yang berlokasi di Cilegon Banten untuk digadaikan.

Namun, karena gagal menjadi Gubernur Maluku Utara semestinya empat sertifikat itu harusnya tidak digadaikan.

Namun ketika Abdul Gafur Tengku Idris ini mengurus kembali tanahnya yang Ada di kawasan tersebut tidak bisa lagi, lantaran sudah berganti nama atas nama Arief Kusuma Among Praja tanpa sepengetahuan dan seijin dari Abdul Gafur Tengku Idris.

Diduga kuat tanah tersebut sudah digadaikan oleh Arief Kusuma tanpa persetujuan Abdul Gafur. Atas kejadian itu Abdul Gafur melapor ke Mabes Polri pada 30 Desember 2017 dengan nomor laporan, LP/1447/XII/2017.

Hingga berita ini dibuat tim AKURAT.CO masih berupaya untuk menghubungi pihak Rektor Univeristas Esa Unggul.[]