News

Rektor Unhan Singgung Peran Megawati Soal Doktrin Pertahanan Sishankamrata

Megawati juga menunjukkan kepemimpinan yang kuat di dalam menjadikan Pancasila


Rektor Unhan Singgung Peran Megawati Soal Doktrin Pertahanan Sishankamrata
Pengukuhan gelar profesor kehormatan Unhan kepada Megawati (Istimewa)

AKURAT.CO, Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri resmi menyandang gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI. 

Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian menyampaikan sejumlah alasan pemberian gelar itu. Amarulla menilai Megawati putri terbaik bangsa Indonesia yang telah membuktikan keberhasilan sebagai anggota DPR, Wakil Presiden, bahkan menjadi Presiden.

"Di kalangan pemimpin dunia, belum ada seorang wanita dapat menjabat berturut-turut sebagai Wakil Presiden dan Presiden," kata Amarulla.

Putri sang Proklamator RI Soekarno ini dinilai sosok pemimpin nasional yang mampu membawa negara dan bangsa Indonesia melalui masa-masa sulit pasca Reformasi 1998. 

"Dengan karakter dan wibawa yang kuat, beliau mampu menyelesaikan krisis multidimensi dan meletakkan pondasi yang kuat bagi tata negara dan tata pemerintahan yang terbukti kebenarannya sampai dengan masa kini," jelas Amarulla.

Dia menuturkan, keberhasilan dan prestasi Megawati dalam kepemimpinan di tataran regional dan global, merupakan wujud nyata ilmu pengetahuan Kepemimpinan Stratejik.

"Prestasi sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintah merupakan wujud nyata ilmu pengetahuan Kepemimpinan Stratejik. Beberapa penghargaan Doktor Honoris Causa dari berbagai perguruan tinggi di dalam negeri dan luar negeri merupakan bukti pengakuan pemikiran akademik atas kepakaran beliau dalam bidang Kepemimpinan Stratejik, yang juga sangat terkait dengan bidang pertahanan," ungkap Amarulla.

Menurutnya, selama periode kepemimpinan Megawati, banyak  menerbitkan berbagai kebijakan yang sangat mendukung tugas-tugas Kementerian Pertahanan RI dan TNI. Berbagai ide dan gagasan tentang pertahanan juga dituangkan dalam berbagai dokumen negara dan menjadi rujukan doktrin pertahanan, strategi pertahanan dan postur pertahanan. 

"Menata komponen utama pertahanan merupakan langkah stratejik mewujudkan profesionalisme TNI sekaligus membangun kesadaran pentingnya mempersiapkan komponen cadangan dan komponen pendukung di dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau Sishankamrata," kata Amarulla.

Selain itu, Megawati juga menunjukkan kepemimpinan yang kuat di dalam menjadikan Pancasila sebagai falsafah negara, dasar negara, dan sekaligus landasan kebijakan pemerintahan negara.

"Di dalam kepemimpinan beliau, Pancasila juga diperkokoh menjadi sistem nilai, pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, dan yang terpenting bagaimana menjadikan Pancasila sebagai dasar haluan pembangunan negara guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di dalam kebudayaan," tutur Amarulla.

"Seluruh ide, gagasan dan kebijakan tersebut dapat dinilai sebagai serangkaian karya ilmiah yang signifikan atas kepemimpinan beliau memperkuat jati diri bangsa Indonesia yang memegang teguh ideologi Pancasila. Kita semua yakin bahwa ideologi Pancasila adalah senjata pamungkas Sishankamrata," lanjutnya.

Atas dasar itulah, Sidang Senat Akademik yang menerima penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati. Penilaian tersebut, lanjut dia, juga didasari dengan pertimbangan jasa dan karya yang luar biasa di bidang ilmu pertahanan, politik negara, manajemen kepemerintahan, dan bidang kemasyarakatan lainnya terkait dengan kepemimpinan dan pertahanan.

Selain itu, Amarulla juga mengungkapkan, pertimbangan jasa dan karya serta komitmen pada bidang tersebut menjadi sangat berarti dan bermanfaat bagi kemajuan, kemakmuran, dan atau kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.

Usai menyampaikan hal itu, Sekretaris Senat Akademik Unhan lalu membacakan surat keputusan Mendikbudristek Nadiem Makarim soal pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) untuk Megawati itu. []