Ekonomi

Regenerasi Petani Milenial Mulai Berkembang Pesat, Minat Melonjak

setidaknya ada 2,7 juta petani yang tergolong petani milenial dari total 33 juta petani yang ada di Indonesia. 


Regenerasi Petani Milenial Mulai Berkembang Pesat, Minat Melonjak
Petani memilah tanaman obat kencur (kaempferia galanga) saat panen di kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri mengatakan saat ini regenerasi petani di Indonesia mulai berkembang. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya minat milenial yang terjun dalam dunia pertanian.

Ia mencatat setidaknya ada 2,7 juta petani yang tergolong petani milenial dari total 33 juta petani yang ada di Indonesia. 

Selain karena usia yang tergolong muda, di bawah 39 tahun, mereka yang termasuk petani milenial adalah yang memiliki latar belakang pendidikan minimal SMU, adaptif dan inovatif terutama dalam mengoptimasi ICT (Information and Communication Technologies) serta kreatif dalam memanfaatkan alat dan mesin pertanian. 

Kuntoro melanjutkan beragam kreatifitas petani milenial bermunculan justru di masa pandemi. Ia mencontohkan lemon garut yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Sawargi bersama Eftilu yang memasok kebutuhan vitamin C para tenaga medis di seluruh RSUD Kabupaten Garut.

"Bagaimana memberdayakan potensi lokal dan di waktu yang sama turut mendukung dan membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19 dengan mendukung kebugaran dan daya tahan tubuh para tenaga medis selama menangani covid-19," ungkapnya lewat keterangan tertulisnya, Jumat (24/9/2021).

Cerita sukses lainnya, Kuntoro melanjutkan adalah Dede Koswara (31 tahun) asal Bandung bersama Gapoktan Regge yang menanam labu dan mampu menjualnya 20-40 ton ke berbagai daerah dalam sehari dengan omzet berkisar Rp 50-100 juta.

Menurutnya saat ini memang  regenerasi petani yang menjadi momok menakutkan perlahan namun pasti mulai terjawab dengan lahirnya petani milenial yang tidak saja bergerak pada sektor hilir tapi juga di sektor hulu.

"Selama ini, yang diketahui masyarakat luas bahwa petani milenial itu hanya bermain pada ranah pasca panen. Tapi faktanya, sudah banyak milenial kita yang terjun langsung di proses budidaya," ungkapnya.

Permasalahan regenerasi petani menurut Kuntoro sebetulnya bukan hanya dialami Indonesia saja karena hampir semua negara di belahan dunia juga mengalami hal yang sama.