News

Red Notice Terbit, Harun Masiku Jadi Buronan Internasional

KPK akan terus memburu Harun Masiku dengan menggandeng para pihak baik Bareskrim Polri, Keimigrasian dan NCB


Red Notice Terbit, Harun Masiku Jadi Buronan Internasional
Buronan KPK, Harun Masiku (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Lama tak terdengar, nama Harun Masiku, buronan kasus suap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, kembali mencuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan bahwa Harun Masiku resmi menjadi buronan Interpol alias buronan internasional.

"Informasi terbaru yang kami terima bahwa pihak Interpol benar sudah menerbitkan Red Notice atas nama DPO Harun Masiku," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Ali mengatakan, KPK akan terus memburu Harun Masiku dengan menggandeng para pihak baik Bareskrim Polri, Keimigrasian dan NCB (National Central Bureau) atau Interpol. 

Ali berharap bisa segera menangkap Harun Masiku. Karena itu, dia juga meminta kepada siapa saja yang mengetahui keberadaan Harun Masiku, baik di dalam atau di luar negeri, untuk segera menyampaikan informasinya kepada KPK, Polri, kemenkumham atau NCB Interpol.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu dan Saeful Bahri.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun Masiku dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Wahyu dan Agustiani telah divonis dalam kasus ini. Mantan komisioner KPU itu divonis enam tahun penjara. Sedangkan Agustiani Tio divonis empat tahun penjara. Sementara itu, Saeful Bahri telah divonis satu tahun dan delapan penjara.

Saeful Bahri terbukti bersama-sama Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan melalui mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Ketiganya telah dijebloskan ke Lapas untuk menjalankan hukuman pidana. []