Olahraga

Rebut Perunggu, Pelatih: Tim Voli Putri Sudah Raih Hasil Maksimal

Timnas Voli Putri menang atas Filipina dalam perebutan medali perunggu.


Rebut Perunggu,  Pelatih: Tim Voli Putri Sudah Raih Hasil Maksimal
Tim Nasional Voli Putri Indonesia merebut perunggu SEA Games 2021 usai mengalahkan Filipina, Sabtu (21/5). (NOC Indonesia)

AKURAT.CO, Tim Nasional Bola Voli Putri Indonesia merebut medali perunggu SEA Games Hanoi 2021. Amalia Fajrina Nabila dan kolega meraihnya usai mengalahkan Filipina dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga di Dai Yen Sports Arena, Quang Ninh, Sabtu (21/5) sore WIB.

Timnas Voli Putri Indonesia yang menempati urutan ketiga dalam klasemen kompetisi round robin, berhasil menang atas Filipina dengan skor 3-1 (25–21, 22–25, 25–19, 25–21). 

Open spiker Megawati Hangestri Pertiwi menjadi pencetak poin terbanyak bagi Timnas Voli Putri. Pemain yang membela Jakarta Pertamina Fastron di Proliga 2022 itu tercatat sukses menyumbangkan 22 poin, termasuk 16 di antaranya berasal dari spike.

baca juga:

Selain Megawati, perolehan poin Indonesia juga tak lepas dari kontribusi bintang muda Ratri Wulandari. Pemain kelahiran 8 Mei 2002 itu mampu menunjukkan penampilan luar biasa, khususnya pada kuarter terakhir. Total, 21 poin berhasil dicetak olehnya dengan 17 spike dan empat blok.

Sementara dari kubu lawan, Paat Myelene bekerja keras, dan bisa dibilang satu-satunya mesin poin Filipina. Dia tercatat berhasil mendapatkan 20 poin untuk timnya, unggul jauh dari rekan-rekannya. Hanya Santiago Alyja Daphne yang coba membantunya dengan 12 poin.

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Loudry Maspaitella mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih oleh timnya. Dia pun menyebut bahwa perunggu merupakan hasil terbaik dari srikandi voli Indonesia di SEA Games 2021.

"Hasil ini sudah maksimal, karena latihan kurang dari satu bulan, bulan puasa juga," kata Loudry dalam keterangan resmi PBVSI, dikutip Minggu (22/5.)

Hal senada juga diungkapkan oleh Pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Risco Herlambang Matulesy. Juru taktik yang menangani Jakarta Elektrik PLN di Proliga 2022 itu mengakui bahwa tidak mudah menyiapkan tim dengan waktu yang terbatas.

“Alhamdulilah. Kalau menurut saya ini sudah maksimal dengan latihan yang hanya 24 hari dan bulan puasa. Saya jadi susah mengatur program latihannya karena mayoritas pemain puasa,” kata Risco.

“Tapi dengan rasa tanggung jawab dan tekad yang kuat, dengan kebijakan tadinya tidak akan dikirim itu lah semangat pemain benar-benar pengen dapat medali walaupun medali perunggu.”

Diketahui, nasib Timnas Voli Putri Indonesia memang hampir menemui ketidakjelasan. Yolla Yuliana dan kawan-kawan sempat dikabarkan tak dikirim ke Vietnam karena tak diyakini bisa memetik medali.

Namun, pada akhirnya Timnas Voli Putri Indonesia tetap dikirim ke Hanoi untuk berlaga di SEA Games 2021. Hanya saja, mereka tak berkekuatan penuh, melainkan hanya membawa 12 pemain, termasuk satu libero.[]