Ekonomi

Realisasi TKDD Hingga Akhir Mei 2022 Terkontraksi Rp13,78 T Dibanding 2021, Kenapa?

Realisasi TKDD sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp284,25 triliun atau 36,93 persen dari pagu APBN 2022


Realisasi TKDD Hingga Akhir Mei 2022 Terkontraksi Rp13,78 T Dibanding 2021, Kenapa?
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan penjelasan terkait TKDD dalam APBN (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Realisasi TKDD sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp284,25 triliun atau 36,93 persen dari pagu APBN 2022, yang meliputi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp257,30 triliun atau 36,67 persen dari pagu APBN 2022. Maupun Dana Desa Rp26,96 triliun atau 39,64 persen dari pagu APBN 2022.

" Realisasi tersebut lebih rendah Rp13,78 triliun atau terkontraksi 4,62 persen dibandingkan realisasi tahun 2021. Realisasi TKD sampai dengan Mei 2022 lebih rendah Rp18,40 triliun atau terkontraksi 6,67 persen dibandingkan realisasi TKD pada periode yang sama tahun 2021,” mengutip APBN KiTa Juni 2022.

Lebih rendahnya realisasi TKD disebabkah oleh pertama, realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) lebih rendah Rp14,88 triliun atau negatif 40,32 persen yoy karena adanya percepatan penyaluran Kurang Bayar DBH pada bulan Februari tahun 2021 sebesar Rp19,47 triliun.

baca juga:

Kedua realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik lebih rendah Rp19,89 triliun atau negatif 32,55 persen yoy, karena adanya penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap II pada bulan Mei 2021 sebesar Rp18,90 triliun. Sedangkan bulan Mei 2022 belum terealisasi (high based effect).

Ketiga, realisasi DAK Fisik lebih rendah Rp0,37 triliun negatif 16,45 persen yoy. Terakhir realisasi DID lebih rendah Rp0,41 triliun atau negatif 28,85 persen yoy.

Sementara untuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Keistimewaan (Dais) DIY merupakan jenis transfer dalam TKD yang tumbuh positif dibandingkan tahun 2021.

“Realisasi DAU lebih tinggi Rp16,85 triliun 10,03 persen yoy, sejalan dengan peningkatan kepatuhan pemerintah daerah (pemda) dalam memenuhi syarat penyaluran DAU,” lanjutnya.

Realisasi Otsus dan Dais DIY lebih tinggi Rp0,29 triliun atau 4,73 persen yoy yang mengindikasikan adanya peningkatan kepatuhan Pemda Aceh, Papua, Papua Barat, dan Yogyakarta dalam memenuhi syarat salur dana Otsus dan Dais tersebut.

Sementara itu, realisasi Dana Desa sampai dengan akhir Mei 2022 lebih tinggi Rp4,62 triliun atau tumbuh 20,69 persen dibandingkan dengan realisasi di tahun 2021.

Hal tersebut terjadi seiring dengan peningkatan kepatuhan pemerintah desa dalam memenuhi syarat salur Dana Desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.[]