Ekonomi

Realisasi PEN Rp70,37 Triliun, Angka Pengangguran Terus Menurun?

Realisasi PEN Rp70,37 Triliun, Angka Pengangguran Terus Menurun?
Kepala Badan Kebijaka Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu membeberkan kondisi ekonomi saat media briefing, Jumat (13/5/22). (Tangkapan layar YouTube Kemenkeu)

AKURAT.CO, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengungkapkan angka pengangguran di Indonesia menurun lagi di tahun 2022 ini menunjukkan bahwa arah kebijakan Indonesia sudah on the right track dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin baik dan kuat.

“ Angka pengangguran kita turun lagi. Pertumbuhan ekonomi kita harus berkualitas, yang sering kami sampaikan kualitas pertumbuhan ekonomi kita harus juga tercerminkan dengan pengangguran yang terus menurun bahkan tingkat ketimpangan yang terus membaik,” ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu saat media briefing, Jumat (13/5/2022).

Menurut Febrio, dengan mendorong kebijakan struktural di tahun 2020 yaitu mengeluarkan omnibus law cipta kerja, pihaknya akan terus mengimplementasikan perjalanan dari kebijakan-kebijakan yang sudah memberikan hasil yang positif. Tentunya diharapkan di tahun 2022 hingga 2026 dengan reform yang harus dilakukan dengan baik dari sisi kemudahan berupaya daya saing dan juga industrialisasi lebih kuat lagi.

baca juga:

“ Kita akan terus meningkatkan skenario untuk pertumbuhan ekonomi menengah ini terus bagi perekonomian kita,” jelasnya.

Di sisi lain, dirinya menyampaikan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional tahun 2022 yaitu sebesar Rp70,37 triliun hingga 28 April 2022. Kinerja PEN akan difokuskan untuk program perlindungan masyarakat, penanganan Kesehatan dan penguatan pemulihan ekonomi. Jumlah tersebut baru mencapai 15,4 persen dari alokasi PEN sebesar Rp455,62 triliun.

“ Kinerja PEN didorong oleh perlindungan masyarakat. Penanganan Bidang Kesehatan kami arahkan untuk percepatan vaksinasi juga tunggakan klaim. Sedangkan penguatan pemulihan ekonomi masih terus berproses,” ungkapnya.

Rincian untuk perlindungan Kesehatan sebesar Rp11,87 triliun atau 9,7 persen dari pagu Rp122,54 triliun. Kemudian perlindungan masyarakat sebesar Rp 49,27 triliun atau 31,8 persen dari pagu Rp 154,76 triliun. Serta penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp9,22 triliun atau 5,2 persen dari pagu Rp178,32 triliun.

Sekadar informasi, sebelumnya Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan dibutuhkan investasi sekitar US$6,9 triliun per tahun untuk pembangunan infrastruktur hijau guna mencapai target Paris Agreement atau kesepakatan Paris di tahun 2030.

Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menandatangani Perjanjian Paris. Pada perjanjian tersebut ada 195 negara yang sepakat untuk menurunkan emisi karbon untuk mencegah perubahan iklim.

“Diperkirakan butuh sekitar US$6,3 triliun untuk investasi infrastuktur setiap tahun, untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan di 2030. Nilai tersebut, bahkan meningkat menjadi US$6,9 triliun per tahun untuk mencapai target Paris Agreement,” tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu dalam salah satu webinar Post Pandemic Infrastructure in the G20, Jumat (18/2/2022).[]