News

Reaksi Bareskrim Polri soal Ganja Medis: Harus Melalui Proses Persetujuan Menteri Kesehatan

Bareskrim Polri: Melegalisasi ganja tidak bisa secepat mungkin prosesnya. Sebab, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan.


Reaksi Bareskrim Polri soal Ganja Medis: Harus Melalui Proses Persetujuan Menteri Kesehatan
Tanaman ganja (Lauren DeCicca/Getty Images via DW)

AKURAT.CO, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turut menanggapi isu legalisasi ganja untuk kepentingan medis.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar menyampaikan, melegalisasi ganja tidak bisa secepat mungkin prosesnya. Sebab, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan.

"Usulan untuk melegalkan ganja untuk kepentingan medis harus melalui proses persetujuan Menteri Kesehatan atas rekomendasi BPOM sebagaimana bunyi Pasal 8 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009," tutur Krisno kepada wartawan, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

baca juga:

Menurut Krisno, Polri sebagai penyidik tindak pidana narkotika tetap berpedoman kepada ketentuan Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tantang Narkotika, yakni bahwa ganja sebagai salah satu bentuk narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

"Saya tidak mau mendahului untuk membuat prediksi apakah kasus penyalahgunaan meningkat mana kala ganja dilegalkan untuk kepentingan medis, meskipun bisa saja terjadi demikian," jelas dia.

Krisno menegaskan, ganja masih dilarang untuk kepentingan kesehatan. Dia juga berbicara soal kemungkinan meningkatnya penyalahgunaan ganja jika untuk kepentingan medis dibolehkan.

"Sampai sejauh ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara di PBB yang menolak legalisasi ganja," tukasnya. []