News

Ray Rangkuti Pertanyakan Tujuan dan Fungsi Pembentukan Satgas Covid-19 DPR RI


Ray Rangkuti Pertanyakan Tujuan dan Fungsi Pembentukan Satgas Covid-19 DPR RI
Pengamat Politik, Ray Rangkuti, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019). (AKURAT.CO/Faqih Fathurahman)

AKURAT.CO, Pengamat Politik, Ray Rangkuti menganggap dibentuknya Satgas Lawan Covid-19 atau Virus Corona oleh DPR, terkesan tak jelas fungsi dan tugasnya.

Direktur eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) itu mengatakan, Satgas yang dibentuk tersebut bukan bagian dari fungsi Legislatif.

"Tugas dan fungsi DPR sudah ditetapkan dengan tegas. Berkutat pada tiga hal yakni pengawasan, pembahasan APBN dan legislasi. Memasukan satgas ini ke dalam status kerja DPR tentu perlu penjelasan," kata Ray kepada wartawan, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

baca juga:

Menurut Ray, jika melibatkan publik akan bisa menimbulkan pertanyaan lanjutan. Yakni apakah atas nama DPR dimungkinkan mengkordinir bantuan masyarakat lalu menyampaikan bantuan ke masyarakat.

Yang menjadi pertanyaan Ray ialah siapa yang akan mengawasi aktifitas Satgas tersebut?

"Saat yang sama, dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas dan kerja pemerintah dalam menangani wabah COVID-19 ini. Khususnya berkenaan dengan penggunaan keuangan negara," jelasnya.

Ray melihat, susunan satgas DPR ini tidak mencerminkan isi DPR sendiri. Dua fraksi tidak dilibatkan dalam struktur kepengurusan satgas yakni PKS dan Demokrat.

"Nama satgasnya memakai DPR, tapi kepengurusannya tidak mewakili seluruh fraksi DPR," ujar Ray.

Ray menyebut, DPR harusnya melaksanakan apa yang jadi keresahan publik. Ini jauh lebih baik. Yakni menunda pembahasan RUU Minibus Law, RUU KUHP, dan lainnya yang menjadi perhatian dan kontroversi di tengah masyarakat.

"Urusan mengkordinir dan menyalurkan bantuan biarlah hal itu dilakukan oleh eksekutif dan partai sendiri," tuturnya.

Dalam kondisi seperti ini juga, alangkah eloknya jika anggota DPR memperlihatkan sikap empati pada masalah yang dihadapi bangsa. Misalnya dengan serentak menyatakan bahwa gaji dan tunjangan mereka dipotong lalu dialihkan untuk keperluan pencegahan wabah ini.

"Ini sumbangan yang cukup berarti. Tanpa harus terlibat lagi dengan kerja-kerja yang menyita perhatian mereka dari tugas utama mereka," tutup Ray.[]