News

Rawan Tsunami, Gunungkidul Tidak Memiliki Alat Pendeteksi Bencana


Rawan Tsunami, Gunungkidul Tidak Memiliki Alat Pendeteksi Bencana
Salah satu pantai di Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (Rizzaq Nugroho)

AKURAT.CO, Gunungkidul saat ini tidak mempunyai alat pendeteksi bencana atau Early Warning System di daerah pesisir. Hal ini di konfirmasi oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul, Sulistyo.

Saat ditemui di kantor BPBD Gunungkidul (2/10), Sulistyo mengatakan bahwa EWS di pesisir pantai Gunungkidul tidak ada karena hilang dan sudah tidak berfungsi.

"Informasi terakhir semua EWS hilang tersapu ombak kemaren termasuk karena cempaka kemarin, sekarang sudah tidak ada EWS sound, tidak ada, kita sudah tidak memiliki itu" kata Sulistyo.

Sebelumnya memang di pesisir pantai Gunungkidul, terdapat beberapa EWS sound, atau alat pendeteksi bencana dengan sistem suara, Namun karena beberapa penyebab seperti hilang, tersapu ombak dan rusak, sekarang tidak ada lagi EWS sound yang tersisa. Sulistyo mengatakan bahwa hanya EWS rambu evakuasi, dan peringatan yang masih tersisa.

Sulistyo juga sangat menyayangkan bahwa di pesisir Gunungkidul tidak ada alat pendeteksi bencana terutama bencana tsunami. Padahal untuk pesisir Gunungkidul sendiri menurut BMKG, juga merupakan pesisir yang berpotensi terjadi tsunami. Ia mengatakan bahwa EWS pasti akan dibangun lagi namun menunggu bantuan dan dana dari pusat.

"Sesuai kewajiban EWS itu pasti akan di bangun, cuman kita kebetulan dengan anggaran kan ada yang harus menyetujui. Itu sudah suatu kewajiban harus ada, mengingat yang kemarin-kemarin itu," tutur Sulistyo.

Kata dia, tahun depan BPBD akan membangun sebuah program komunikasi dan informasi di beberapa titik di pesisir Gunungkidul.

"Bukan EWS tapi komunikasi untuk antar titik belum sampai EWS, untuk kegiatan teman-teman di pesisir pantai, seperti SAR di laut itu komunikasi dengan kita akan mencoba membangun itu dulu", kata Sulistyo.

Program komunikasi ini bertujuan untuk memantau keadaan di pesisir Gunungkidul dan perkambangan-perkembangan informasi lainya agar lebih mudah didapat dan diterima dari BPBD maupun untuk masyarakat. Meskipun belum ada alat pendeteksi bencana di pesisir Gunungkidul, Sulistyo mengatakan bahwa ada Desa Tangguh Bencana, dimana desa-desa ini diberikan edukasi terkait mitigasi bencana mulai dari tsunami, longsor, banjir, gempa bumi, dan lainnya. Terdapat 47 Destana di Kabupaten Gunungkidul, 8 diataranya adalah Destana di daerah pesisir.