News

Ratusan Warga India Terinfeksi Corona Setelah Gelar Ritual Mandi Bersama di Sungai Gangga

Ratusan pemuja, termasuk sembilan pemuka agama senior di Haridwar, India, akhirnya positif COVID-19 setelah melangsungkan festival Kumbh Mela


Ratusan Warga India Terinfeksi Corona Setelah Gelar Ritual Mandi Bersama di Sungai Gangga
Dengan ratusan umat yang terjangkit karena festival, angka infeksi di Haridwar melambung hingga lebih dari 1 ribu kasus hanya dalam waktu 48 j am (Xavier GALIANA AFP)

AKURAT.CO, Ratusan pemuja, termasuk sembilan pemuka agama senior di Haridwar, India, akhirnya positif COVID-19 setelah melangsungkan festival Kumbh Mela yang dimulai bulan ini.

Diketahui, sebagai bagian dari prosesi Kumbh Mela, warga India melakukan ritual mandi bersama di sungai Gangga. Umat Hindu di sana percaya sungai Gangga itu suci, dan berenang ke dalam air akan membersihkan mereka dari dosa dan membawa keselamatan.

Ritual itu pun dilakukan sejak Selasa (13/4), di mana ada lebih dari tiga juta umat Hindu berkerumun dan mandi di sungai suci tersebut.

Sementara India sendiri sekarang sudah mengambil alih posisi Brasil dan menempati peringkat ke-2 sebagai negara dengan tingkat infeksi tertinggi di dunia. Pada Selasa itu, India juga tembus rekor lonjakan infeksi harian tertinggi dengan angka mencapai 184.372 kasus.

Namun, di balik krisis COVID-19 tersebut, warga justru kembali melangsungkan ritual mandi bersama, setidaknya sampai Rabu (14/4) waktu setempat. Tidak jelas berapa banyak yang masih melangsungkan ritual pada Rabu kemarin. Namun, pada sore harinya, otoritas mengklaim hanya ada hampir 900 ribu orang yang mandi di sungai Gangga.

Banyak yang telah mengkritik pemerintah karena membiarkan festival itu terus berlangsung di tengah pandemi yang mengamuk. Terlebih, sebelumnya, para pakar kesehatan India sudah mewanti-wanti pemerintah untuk membatalkan Kumbh. Namun, pemerintah justru tetap melanjutkan festival yang berlangsung selama 2 bulan tersebut.

Karena festival ini juga, infeksi di kota Haridwar akhirnya benar-benar meroket. Sumber Reuters bahkan mencatat angka lonjakan kasus baru rata-rata mencapai hingga lebih dari 500 kasus. Pada Selasa misalnya, Haridwar mencatat 594 kasus baru, sehingga total kasus aktif menjadi 2.812. Sementara pada Senin dan Selasa, kasus baru mencapai hingga seribu infeksi. Sedangkan, pada bulan lalu, peningkatan infeksi hanya berkisar 23-30 kasus.

Karena lonjakan ini, hotel-hotel di sekitar kota pun kini akhirnya berubah jadi tempat isolasi untuk menampung individu yang terinfeksi. Para petugas medis juga makin disibukkan dengan tes acak COVID-19 yang ditarget 40 ribu orang per harinya.

Sementara itu, pejabat polisi berkilah bahwa mereka sudah berjuang untuk menerapkan protokol kesehatan selama festival. Di antara upaya ini termasuk memakai masker, menjaga jarak, hingga hanya mengizinkan orang dengan tes COVID-negatif untuk masuk festival. Namun, pada kenyataannya, kerumunan membludak dengan foto-foto yang menunjukkan jalanan hingga sungai Gangga yang dijejali warga tanpa protokol kesehatan.

Laporan juga menyebut bagaimana pada akhirnya, otoritas kewalahan mengurus banjiran warga yang tidak bisa menunjukkan tes negatif.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu