News

Ratusan Warga India Serbu Kantor Polisi di Kerala, 36 Petugas Terluka, Ada Apa?

Ratusan Warga India Serbu Kantor Polisi di Kerala, 36 Petugas Terluka, Ada Apa?
Petugas polisi dikerahkan saat para nelayan menggelar protes di dekat pintu masuk proyek Pelabuhan Vizhinjam di negara bagian selatan Kerala, India, pada 9 November 2022 ( Reuters/Munsif Vengattil)

AKURAT.CO Sebanyak 36 polisi dilaporkan terluka akibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa di negara bagian Kerala, India selatan.

Para pejabat mengonfirmasi insiden itu, mengatakan bahwa para polisi terlibat bentrokan saat massa menuntut pembebasan seorang warga. Dilaporkan bahwa individu ini sebelumnya telah ditangkap aparat di tengah demonstrasi menentang proyek pelabuhan Grup Adani, yang bernilai USD 900 juta (Rp14 triliun).

Isu yang kini berkembang telah menjadi masalah besar bagi bisnis pelabuhan dan logistik Adani, yang memiliki aset hingga USD 23 miliar (Rp361,1 triliun). Lokasi pelabuhan tersebut, yang berada di ujung selatan India, dipandang sebagai kunci untuk memenangkan bisnis dari pelabuhan-pelabuhan di Dubai, Singapura, dan Sri Lanka.

baca juga:

Konstruksi di Pelabuhan Vizhinjam telah dihentikan selama lebih dari tiga bulan setelah pengunjuk rasa, sebagian besar berasal dari komunitas nelayan, memblokir pintu masuknya. Massa yang memprotes telah menyalahkan pembangunan tersebut atas erosi pantai. Konstruksi itu juga dianggap merampas mata pencaharian para nelayan.

Selama akhir pekan, pendemo yang emosi memblokir kendaraan konstruksi Adani yang ingin memasuki pelabuhan. Warga bersikeras menggelar demo meski pengadilan telah memerintahkan untuk melanjutkan pekerjaan, yang kemudian memicu penangkapan banyak pengunjuk rasa.

Sayangnya, penangkapan tersebut makin memicu kerusuhan, dengan ratusan pendemo lainnya nekat berunjuk rasa di kantor polisi. Mereka menyerbu kantor pada Minggu malam, dan menuntut pembebasan salah satu dari kelompok mereka yang ditahan. 

Kericuhan kemudian tak terelakkan, dengan bentrokan pecah antara polisi dan pengunjuk rasa yang kecewa. Dalam kerusuhan itu, kendaraan petugas ikut jadi sasaran, seperti ditunjukkan oleh gambar-gambar berita televisi serta dokumen polisi.

Ratusan Warga India Ngamuk, Serbu Kantor Polisi di Kerala, 36 Petugas Terluka, Ada Apa - Foto 1
 Penjaga keamanan swasta berdiri di dekat pintu masuk proyek Pelabuhan Vizhinjam di negara bagian selatan Kerala, India, pada 9 November 2022-Reuters/Munsif Vengattil

"Mereka datang dengan senjata mematikan dan menerobos masuk ke kantor dan menyandera polisi, mengancam bahwa jika orang-orang yang ditahan tidak dibebaskan, mereka akan membakar stasiun," kata polisi dalam dokumen kasus bentrokan tersebut.

Dilaporkan Reuters bahwa banyak pengunjuk rasa adalah warga Kristen yang dipimpin oleh pendeta Katolik Roma.

Polisi juga menanggapi massa dengan keras, menyerang para pengunjuk rasa, di antaranya adalah beberapa pendeta, kata seorang pejabat ulama, Eugine H. Pereira, vikjen keuskupan agung.

"Bahkan batu-batu dilempari dari kantor," kata Pereira, yang menyerukan penyelidikan yudisial atas insiden tersebut.

Grup Adani tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Senin.

Sebelumnya dikatakan proyek tersebut mematuhi semua undang-undang, mengutip penelitian dalam beberapa tahun terakhir yang telah menolak tuduhan yang menghubungkannya dengan erosi garis pantai.

Pemerintah negara bagian juga telah menyalahkan erosi sebagai bagian dari 'bencana alam'.[]