News

Ratusan Warga di Permukiman Kumuh Jakarta Pusat Disuntik Vaksin Astrazeneca

Target pengguna vaksin Astrazeneca adalah masyarakat Ibu Kota di permukiman kumuh dan wilayah sudah memiliki kasus Covid-19 varian baru.


Ratusan Warga di Permukiman Kumuh Jakarta Pusat Disuntik Vaksin Astrazeneca
Warga lansia saat mengikuti vaksinasi tahap kedua di RPTA Gajah Tunggal, kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (21/4/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengebut vaksinasi untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. 

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakpus Erizon menuturkan, sebanyak 200 warga dari 98 RW di Jakarta Pusat terdata menjadi penerima vaksin pabrikan Inggris, yakni Astrazeneca. Penerima vaksin tersebut berasal dari permukiman kumuh.

"Kita dapat data warga di RW kumuh itu dari camat, karena mereka yang tahu warganya," kata Erizon ketika dikonfirmasi, Sabtu (8/5/2021).

Erizon mengaku vaksinasi di permukiman kumuh sudah dikebut sejak Rabu, 6 Mai 2021. Dia meminta warga yang sudah terdaftar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat atau  sentra vaksinasi.

"Warga Bisa datang ke Puskemas dan sentra vaksin yang telah ditunjuk," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut vaksin Astrazeneca tidak bisa diberikan kepada masyarakat kelompok usia 17 tahun ke bawah. Selain itu vaksin itu  juga tidak diperkenankan untuk ibu hamil dengan berbagai pertimbangan medis.

Larangan penggunaan vaksin kepada kelompok masyarakat ini kata Widyastuti juga sebetulnya berlaku untuk penggunaan vaksin Sinovac yang dipakai di Jakarta sejak awal tahun lalu.

"Sama dengan konfisinga vaksin sinovac jadi bisa diberikan pada usia lebih dari 18 tahun ke atas, kemudian memang tidak diberikan pada ibu hamil, jadi sama dengan sinovac," kata Widystuti.

Dikutip AKURAT.CO dari instagram @dinkesdki,  vaksin Astrazeneca disebut sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM yang menjamin bahwa vaksin ini aman dan berkualitas.

Vaksin ini memang  sempat menuai polemik karena mengandung  enzim babi. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memberi pemakluman, vaksin itu bisa diperbolehkan untuk dipakai di Indonesia.  

"Fatwa MUI menyatakan penggunaan vaksin Astrazeneca bersifat mubah (diperbolehkan)," klaim akun resmi milik Pemporov DKI Jakarta itu.

Adapun 1,1 juta dosis vaksin Astrazeneca telah tiba di Indonesia. Vaksin itu merupakan dukungan dari COVAX Facility. Vaksin ini telah disalurkan di 7 Provinsi di Indonesia yakni, Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, dan Maluku.

"Vaksin Astrazeneca diberikan kepada masyarakat dengan usia minimal 18 tahun sebanyak dua dosis dengan 0,5 mili dosisnya. Berdasarkan rekomendasi WHO efikasi Astrazeneca terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu," tutur akun tersebut.[]

Arief Munandar

https://akurat.co