News

Ratusan Siswa Positif Covid-19 Hasil Sampling Acak Sekolah di DIY

Ratusan Siswa Positif Covid-19 Hasil Sampling Acak Sekolah di DIY


Ratusan Siswa Positif Covid-19 Hasil Sampling Acak Sekolah di DIY
Ilustrasi Virus Corona (istockphoto.com)

AKURAT.CO, Ratusan siswa sekolah di berbagai kabupaten/kota se-DIY dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes acak atau sampling yang mulai dilaksanakan pertengahan November 2021.

Ratusan kasus ini antara lain ditemukan di Kabupaten Sleman, Bantul, serta Kulon Progo.

Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Sleman Priyo Santoso mengatakan, sampling acak pada 24 November 2021 yang menyasar ratusan siswa di wilayahnya mendapati total 20 kasus. Pasiennya antara lain 19 siswa dan seorang guru.

Priyo menuturkan, puluhan kasus itu ditemukan lewat tes acak di SMKN 1 Tempel, SMAN 1 Cangkringan, SMAN 1 Seyegan, dan SMAN 1 Pakem.

"Di Tempel ada 14 kasus dan ada 1 guru. Sekolah lainnya masing-masing dua kasus dan siswa semua," kata Priyo saat dihubungi, Jumat (26/11/2021).

Buntut dari temuan ini, lanjutnya, PTM di satuan pendidikan yang ditemukan kasus Covid-19 dialihkan ke model daring hingga dua pekan ke depan. Priyo menegaskan, tes acak masih akan berlanjut di Bulan November ini.

"Yang sudah dites baru 6 sekolah, nanti akan ada 43 sekolah (SMA/SMK) yang kita ambil sampel," pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengungkap hasil tes acak yang menyasar total 890 responden dari 25 SMA/SMK se-Kabupaten Bantul.

Lewat sampling yang dilakukan sejak  pertengahan November 2021 itu, terdeteksi 13 kasus terkonfirmasi. Adapun untuk jenjang SD dan SMP dengan total responden individu 575 jiwa dari 34 sekolah menemukan 33 kasus Covid-19.

"Sampling 10 persen dari sekolah yang ada di Bantul. Datanya dinamis karena proses surveilans PTM terus berjalan," ujar Berty lewat pesan WhatsApp, Jumat.

Sebelumnya, Kabupaten Kulon Progo juga telah melaksanakan sampling acak pada 10-17 November 2021 lalu menggunakan tes PCR. Hasilnya, ditemukan total 94 kasus Covid-19.

Sesuai pedoman pelaksanaan surveilans PTM, maka 19 sekolah tempat ditemukannya 94 kasus itu harus menghentikan PTM terbatasnya selama 15 hari. Meliputi 15 SD, 1 SMP, dan 3 SMA. []